Pada hari Sabtu, 19 November Suar Artspace menjadi tuan rumah dari pameran DIMULAI DARI AKHIR, yang menampilkan karya Galih Sakti. Pameran ini merupakan pameran tunggal pertama dari Galih, juga pengalaman kuratorial perdana dari Lalitia Apsari dan David Irianto.

DIMULAI DARI AKHIR akan menampilkan karya-karya lukisan abstrak dari Galih yang terinspirasi dari karya mendiang ayahnya, seorang fotografer profesional. “Tentang berkarya, tentang Tuhan, tentang perjalanan, Bapak selalu punya banyak cerita. Pameran ini menjadi upaya untuk menyalakan kembali cahaya spiritual yang sempat meredup setelah kepergian Bapak,” ujar Galih. Dalam upaya untuk merekonstruksi relasi kekaryaan sang ayah ini, Galih melakukan sejumlah eksplorasi medium – mulai dari kanvas, hingga akrilik dan kain.

Galih Sakti adalah seorang seniman yang berkarya dengan berbagai media. Berbekal pendidikan di bidang desain interior dan arsitektur, ia memutuskan untuk berangkat ke San Francisco demi meneruskan pendidikan magister yang kedua, di bidang Motion Pictures and Television di Academy of Art. Karya film pertamanya, Nyeker, telah ditayangkan pada beberapa festival internasional, di antaranya Milan International Film Festival 2015 dan Cannes International Film Festival 2015. Di tengah kesibukannya menggarap karya film kedua, Galih aktif sebagai ilustrator, pelukis, dan dosen.

Kekayaan multidisiplin yang dimiliki Galih inilah yang membuat kedua kurator, Lalit dan David, mendukung ide untuk Galih mengadopsi berbagai macam teknik dalam pameran ini. Lalitia, yang berpengalaman sebagai kurator konferensi multidisiplin TEDxJakarta, dan David, yang aktif sebagai desainer grafis serta penulis seni & desain, merasa bahwa kelebihan Galih sebagai seniman yang fasih dalam beragam medium menjadi salah satu potensi yang perlu ditonjolkan dalam pameran tunggal ini. “Tiap orang merespon sebuah karya dengan cara yang berbeda, beragam bentuk ekspresi dan eksplorasi Galih ini bertujuan untuk meneruskan inspirasi dan kenangan tentang sang Bapak, supaya sosoknya tidak berhenti dan hanya tersimpan menjadi milik pribadi semata,” ujar Lalitia.

Bagi Suar Artspace, DIMULAI DARI AKHIR adalah sebuah adaptasi visual yang unik, di mana relasi orangtua- anak dituangkan dalam bentuk karya. “Mendengar cerita Galih, kami seperti diingatkan kembali kalau buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya,” ujar Nin Djani. Ia menambahkan bahwa pameran ini menunjukkan bahwa seringkali pengaruh yang paling besar berasal dari hal-hal kecil dan keseharian remeh-temeh yang dianggap biasa saja.

Pameran DIMULAI DARI AKHIR gratis, terbuka untuk umum, dan akan berlangsung hingga 26 November 2016, Senin – Sabtu pukul 09:00 hingga 17:00.


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait