Pada 17 Maret 2017 album pertama dari Harry Roesli Gang bertajuk “Philosophy Gang” telah dirilis ulang oleh La Munai Records dalam format vinil yang dirilis dan didistribusikan di beberapa negara bagian Asia dan Eropa Barat. Rilisan ulang “Philosophy Gang” mendapat atensi masyarakat yang cukup baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Setahun kemudian, pada 20 Mei 2018, La Munai Records merilis kembali salah satu dari trilogy album (“Philosophy Gang”, “Titik Api”, “Ken Arok”) Harry Roesli Gang yang bertajuk “Ken Arok” (KA), secara terbatas (333 copy). Setelah 41 tahun album “KA” dirilis pertama kali—oleh Eterna Records pada tahun 1977—dalam bentuk kaset, La Munai Records merilis ulang “KA” dalam format vinil. “KA” dimaster ulang oleh Carvery Cuts, London, agar memiliki kualitas suara yang lebih baik.

Album yang berada di posisi sepuluh dalam 150 Album Terbaik versi Rolling Stone Indonesia sebenarnya dikonsepkan untuk menjadi musik latar opera dan menjadi album ketiga yang dirilis oleh Harry Roesli Gang. “KA” merupakan pagelaran musik opera pertama di Indonesia yang dipentaskan pada 12 April 1975 di Gedung Merdeka Bandung.

Sebelum album kedua Harry Roesli Gang—“Titik Api”—dirilis pada tahun 1975, pagelaran musik “KA” telah dipentaskan. Adapun demikian, musik dalam “KA” sebenarnya tidak dimaksudkan untuk direkam dan dirilis. Baru pada tahun 1977, perusahaan rekaman Eterna Records menawarkan untuk merilis musik yang ada di dalam opera “KA” menjadi sebuah album tunggal. Sebenarnya, musik “KA” telah “lahir” terlebih dahulu sebelum album kedua Harry Roesli Gang (“Titik Api”) direkam pada tahun 1975. Kami menganggap “KA” merupakan album yang sebaiknya dihadirkan kembali setelah “Philosophy Gang” dirilis.


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait