Setelah merilis “Peperonchino” pada April lalu, Makmur Sejahtera kini meluncurkan videoklip lirik untuk mengiringi single perdana mereka.Sesuai dengan spirit dari lagu dan videonya, “Peperonchino” dirilis via situs sosial Youtube menjelang natal tahun 2016. Proses pembuatan video ini oleh Makmur Sejahtera sendiri telah terbayang sejak awal lagu ini dibuat, yang dalam proses pembuatan lagunya telah muncul visual-visual dalam benak masing-masing personilnya. “Rencana merilis video lirik “Peperonchino” ini sebenarnya sudah ada sejak awal, membuat lirik video sederhana ala serial animasi Inferno Cop dengan spirit [semangat] bermain-main,”  ujar Prima Mouthu.

“Ia ikut setelah melihatnya berenang bebas, menjauhi jenuh hidupnya. Orca ini seperti simbol mimpi-mimpinya dahulu, [it was like] rediscovering your old dreams back,”  tambah Shindy Farrahdiba. Lagu ini terinspirasi dari seri animasi dari Jepang tahun 1994 Nanatsu no Umi no Tico (Tico dan Tujuh Laut) mengenai petualangan seekor paus bernama Tico dan seorang gadis bernama Nanami yang bertualang mengelilingi dunia dengan kapal peneliti Peperonchino. Selain nama kapal dalam seri animasi tersebut yang menjadi judul lagunya, nama Tico sendiri dimasukkan ke dalam lirik lagu tersebut sebagai tribut atas seri tersebut.

Seri animasi ini dipilih karena dekat dengan masa kecil mereka, dan sesuai dengan semangat yang ingin mereka tampilkan dalam single mereka. Untuk Makmur Sejahtera, single ini juga diperuntukkan sebagai apresiasi pada masa kecil mereka masing-masing yang senang bermain, menjelajah, dan dalam beberapa situasi, terlalu bahagia. Video lirik ini adalah karya dari Rika Hamid, animator dari Jakarta. Rika membuat video ini dari seri-seri ilustrasi olehnya sendiri dan Muhammad Reyhan.

Makmur Sejahtera adalah Prima Mouthu, Reddy Aulia, Dea Debast, dan Shindy Farrahdiba. Album panjang (LP) debut mereka direncanakan untuk rilis di awal tahun 2017.

kontak

MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait