Dinding mural di Taman Pandang Istana telah diperbarui dengan desain mural yang baru, yang menggambarkan keberagaman suku di Indonesia. Pembaruan mural ini merupakan proses kolaborasi antara PT Holcim Indonesia Tbk dengan CARAS Creative Placemaking dan Suar Artspace.

Terletak di Silang Monas, menghadap Istana Merdeka, Taman Pandang Istana merupakan hasil kerja sama antara Holcim Indonesia, CARAS Creative Placemaking dan Pemprov DKI Jakarta. Dengan desain yang dititikberatkan pada unsur tipografi modern yang diaplikasikan dalam instalasi patung 3 dimensi, kutipan tokoh, dan bangku taman, pembangunan Taman Pandang Istana menggunakan material terbaru dan ramah lingkungan dari Holcim. Taman ini menjadi bukti kongkrit para kolaborator terlibat dalam membangun bangsa Indonesia melalui penyediaan sarana masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka melalui ekspresi kreatif.

Taman diresmikan pada tahun 2016 dengan menggaet Suar Artspace sebagai koordinator acara peresmian, JakARTspirasi, yang melibatkan berbagai komunitas seni di Jakarta. Saat itu dinding mural di taman dihias dengan karya dari seniman graffiti Tutugraff dan siswa Erudio School of Art.

Setelah setahun dinding mural telah waktunya diperbarui, Holcim dan CARAS kembali menggaet Suar Artspace dalam proses pemilihan desain mural melaui Open Call/panggilan terbuka yang dilakukan selama satu bulan dari 6 September – 6 Oktober 2017. Sehubungan dengan waktu pengerjaan yang bertepatan dengan suasana Sumpah Pemuda, tema yang dibuka kepada seniman adalah “Menyatukan Rasa, Merasakan Satu”, yaitu mengenai usaha-usaha seniman muda hari ini memaknai persatuan dan keberagaman bangsa.

Bagi CARAS, tema ini merupakan suatu ekspresi yang relevan dengan tujuan taman dan kondisi negara saat ini. “Kita sudah lihat dan alami sendiri, kalau persatuan memang bukan sesuatu yang otomatis terjadi tetapi harus terus diperjuangkan dan dipertahankan sama- sama,” ujar direktur CARAS Apsara Herman. Menyambung ucapan Apsara, direktur Suar Artspace Lisa Irawati mengatakan, “Kalau pemuda zaman dulu memperjuangkan persatuan ini dengan perang dan diplomasi, pemuda sekarang bisa berjuang melalui ide, seni dan ekspresi kreatif, inilah alasan Suar mendukung penuh inisiatif ini.”

“Holcim mengapresiasi dan mendukung semangat persatuan dan kreativitas pemuda yang tercurahkan dalam karya seni yang diinisiasi di sini. Spirit menciptakan inovasi yang kreatif ini juga sejalan dengan apa yang Holcim lakukan dalam menciptakan tiap solusi .

“Membangun bagi masyarakat Indonesia,” ujar Coki Wicaksono, Brand Product and Compliance Manager Holcim Indonesia.

Dari 70 aplikasi dan lebih kurang 30 desain yang masuk dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk dari Palangkaraya, Medan, Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung, terpilihlah desain karya Syaharuddin Ramadhan Dae Buton dari Jakarta. Dae Buton adalah seorang seniman mural dan desainer grafis yang juga aktif sebagai pengajar seni di beberapa galeri. Desain Dae berjudul “A Country of a Thousand Faces”, dengan visual suku-suku dan etnis Indonesia dari Nias, Sunda, Jawa, Dayak, Rote, dan Asmat. Mengenai filosofi desainnya, Dae mengatakan, “Indonesia adalah rumah untuk semua etnis – baik itu suku asli maupun kaum pendatang, semua adalah bagian dari kita. Jadi selayaknya kita mensyukuri keberagaman ini dengan menjadikan persatuan sebagai sumber kekuatan.”

Pengerjaan mural kemudian dilakukan oleh tim di bawah panduan Suar Artspace pada akhir Oktober, menjelang peringatan Sumpah Pemuda. Diharapkan desain ini dapat menarik masyarakat untuk mengunjungi taman dan juga menginspirasi lebih banyak kegiatan kreatif di antara pemuda Indonesia.

Sumber :: Press Rilis Suar Artspace


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait