Kolektif anyar pengusung electronic/indie-pop asal kota Bandung, Ping Pong Club resmi merilis single perdana sekaligus perkenalan yang diberi judul “Venetian Blinds”. Lagu ini merupakan langkah pembuka dari grup yang beranggotakan, Hariz Lasa (vokal, synth, gitar), Muhammad Rizky (vokal, gitar, programming), Fasya Suryadini (vokal, synth, keys), dan Satrio Adi Nugroho (drum) menuju album penuh, yang rencananya akan rampung dipertengahan tahun.

Secara lirikal, “Venetian Blinds” bercerita tentang seseorang yang berbicara dengan dirinya sendiri. Ia menghayati tentang alam disekitarnya. Serupa Jalaludin El Rumi dalam tulisannya yang mengemukakan bahwa alam semesta ini berada di dalam diri kita atau Friedrich Nietzsche yang menulis bahwa setiap manusia memiliki alamnya sendiri, dan tidak ada yang membatasi alam itu kecuali alam individu-individu lainnya. Dalam sunda wiwitan, pun demikian, atau disebut pula sebagai ‘wawuh diri’.

Semua hal-hal yang dijelaskan diatas, lantas dirangkum ke dalam bentuk utuh “Venetian Blinds”. “Frase ‘and let the light shine on me’ yang termuat dalam lirik “Venetian Blinds”, adalah representasi dari sosok yang terceritakan dalam lagu, selangkah demi selangkah ia kemudian menemukan apa yang dicari.

Sedangkan tafsir lain dari apa yang disuguhkan dalam lagu ini adalah: bahwa manusia pada zaman sekarang lebih mementingkan apa yang ada diluar diri mereka. Sedangkan mereka lupa dengan apa yang ada di dalam diri mereka. Yaitu partikel Tuhan yang bersemayam di dalam raga manusia,” cetus Hariz Lasa.

Alhasil, secara musikal, sejak intro “Venetian Blinds” digaungkan—utamanya hingga ke pertengahan lagu—Ping Pong Club mencoba merepresentasikan isi lirik dengan pendekatan serupa dialog seseorang dengan dirinya sendiri. Di pertengahan lagu tersebut, orang yang dimaksud digambarkan sedang merasa bimbang dengan apa yang ia rasakan. Barulah pada akhir lagu, akhirnya ia menemukan apa yang ia cari.

“Kemasan bunyi dalam “Venetian Blinds” kami tampilkan dengan pendekatan electronic / indie pop dengan sedikit unsur sophistipop, mungkin jadi terdengar aesthetic pop. Tapi satu hal yang jauh lebih penting dari sisi musikal, lagu ini merupakan peralihan dari genre jangly pop / indie pop yang sedang marak menuju trend indie pop baru yang lebih banyak elemen synthesizer nya. Kita ingin menjadi pionir bagi pengembangan musik indie pop,” tegas Muhammad Rizky. “Venetian Blinds” sendiri bisa didengarkan melalui kanal berbagi video, youtube, kanal berbagi musik soundcloud dan bandcamp terhitung 20 Maret 2018. Kedepan, single ini juga akan dikemas kedalam bentuk video klip, dan dapat diakses di pelbagai layanan musik digital seperti iTunes, Spotify dll dengan bonus side B secara ekslusif.

Ping Pong Club adalah suatu unit musik indie pop dari Bandung, Indonesia. Dibentuk di pertengahan tahun 2017 oleh Rizky ‘Kids’ (ex-Good Morning Breakfast) dan Hariz Lasa (Trou, Diocreatura), Ping Pong Club berdiri sebagai proyek keduanya yang ternyata memiliki referensi dan influens musik yang sama.

Proyek ini kemudian berkembang menjadi ranah eksplorasi bagi Rizky dan Hariz untuk mengkombinasikan rasa manis dari Indie Pop/Twee Pop dengan karakter yang lebih modern dan juga memasukan elemen disko dan bebunyian elektronik dalam lagu mereka. Untuk memperkuat karakter musik dalam proyek ini, maka Fasya Suryadini (Curlysound) dan Satrio Adi Nugroho (The Schuberts) bergabung dengan Ping Pong Club dan memperkuat divisi Synthesizer dan juga unit beat oada drums. Formasi inilah yang bertahan hingga hari ini atas nama Ping Pong Club.

Kontak
Contact / Inquiries
E: pingpongclubtheband@gmail.com
P: +6282117699480


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait