Dibulan Oktober 2017 ini, Rasvan Aoki, duo asal Surabaya, merilis single kedua yang berjudul “when you’re Asleep”. Berbeda dengan lagu “rindu”, lagu ini di rekam sederhana dan dikemas dengan minimalis. Ada sesuatu yang baru juga ada di lagu ini, yaitu Instrument kwartet string yang mengiringi alunan gitar Rasvan dan vocal Aoki dalam komposisi lagu ini.

Berada dalam sebuah hubungan itu tidak selalu dekat dengan kebahagiaan. Ironisnya, terkadang seseorang juga menyadari sedang jatuh cinta, meskipun di tengah kesedihan yang mendalam.

Lewat lagu ‘When You’re Asleep’, Rasvan Aoki mencoba menyampaikan sebuah balada kesedihan yang nuansanya berbeda jauh dengan single pertama mereka, ‘Rindu’. “Lagu ini mengingatkan kita untuk bersikap jujur kepada diri sendiri, terutama di hari-hari di mana kita merasa sepi. Disaat kita memulai untuk mencintai seseorang, kita sadar bahwa kita siap menerima rasa sakit untuk waktu yang lama.

‘When You’re Asleep’ sekaligus menjadi single kedua Rasvan Aoki yang baru saja dirilis awal Oktober ini. Melalui lagu tersebut, Rasvan Aoki melanjutkan produktivitasnya selama setahun ke belakang. Beberapa bulan lalu, duo Rasvan dan Aoki ini juga baru melempar klip perdananya dari single ‘Rindu’. Melalui postingan di sosial media, mereka juga memberikan sedikit bocoran tentang progress rekaman album perdana.

Lagu ini ditulis oleh Aoki dan Rasvan secara spontan ketika musim hujan tahun lalu. “Lagu ini cukup personal bagi kami, namun ini juga terjadi pada semua orang, mungkin teman, pacar, suami atau istri dan keluarga. Lirik yang berisi perasaan jujur dalam mencintai seseorang daripada mendeskripsikan tentang cinta itu sendiri. Sehingga kita bisa mengingat rasa bahagia disaat gundah.”

Single kedua Rasvan Aoki bisa di unduh gratis melalui situs mereka.

Cover Art : @nalta097

Kontak
Rasvan Aoki

contact person :
08983824874
08563134387

www.rasvanaoki.com


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait