Pada hari Sabtu, 28 April yang akan datang, Suar Artspace dan POST Santa mengadakan Pesta Cerita Kemarin yang diisi dengan rangkaian acara bincang buku, lokakarya, pasar seni, dan penampilan musik.

Pesta Cerita Kemarin merupakan kolaborasi tahunan ketiga antara Suar Artspace dan POST Santa setelah Kenduri Kata (2016) dan Pesta Cerita (2017). Seperti tahun sebelumnya, Pesta Cerita Kemarin juga mempertemukan dunia seni rupa dengan sastra dan mengangkat kembali literasi anak. Setelah Pesta Cerita menjadi ajang untuk mengulas buku “Aku, Meps, dan Beps” (Soca Sobhita & Reda Gaudiamo), maka Pesta Cerita Kemarin akan membahas seri buku NaWilla karangan Reda Gaudiamo yang berisi catatan-catatan tentang dunia yang dilihat dari kacamata seorang gadis kecil. Seri NaWilla sampai dengan saat ini terdiri dari dua buku: “NaWilla” (2012) dan “NaWilla dan Rumah dalam Gang” (2018). Buku “Aku, Meps, dan Beps”, “NaWilla”, dan “NaWilla dan Rumah dalam Gang” menjadi tiga judul terbitan POST Press – penerbitan independen subsidiari dari toko buku POST – yang ikut ke dalam jajaran buku-buku Indonesia untuk dipamerkan di Bologna Children’s Book Fair 2018, ajang pameran buku anak bergengsi yang diselenggarakan secara tahunan sejak 1963 di Bologna, Italia.

“Kami sangat tertarik dengan penulisan cerita NaWilla yang menempatkan dunia kanak-kanak sebagai bagian yang tidak melulu terpisah dari dunia dewasa,”ujar Maesy Angelina dari POST yang akan memandu sesi ‘Piknik Cerita’, yaitu bincang buku dengan menampilkan Reda Gaudiamo serta Herdiana Hakim, penulis dan peneliti literasi anak. NaWilla memang tidak sekadar menjadi memoir, tetapi mengulas topik pelik seperti bibit rasisme dalam diri anak-anak, tragedi kecelakaan kereta, atau posisi ibu guru yang tidak pernah mau salah secara polos dan apa adanya.

Kisah Balik Pesta Cerita Kemarin tahun 2017. Video oleh Suar Artspace.

Meneruskan tema nostalgia dan memori masa kecil, Pesta Cerita juga akan menghadirkan Pasar Kenangan, berisi lapak jualan buku-buku dan jajanan dari POST Santa, Seumpama Books, Binatang Press, Kedubes Bekasi, Sakala Studio, Linco ID, Alam Taslim – Igor Satu Mangkok, dan KOOLASTUFFA. Ada juga komunitas Lemari Buku-buku yang akan mengorganisir progam donasi buku untuk dikirimkan ke perpustakaan juga taman baca di pelosok Indonesia. Para donatur akan mendapatkan ilustrasi potret dari para relawan ilustrator yang terlibat

Menutup rangkaian Pesta akan ada penampilan musik dari Reda Gaudiamo menyanyikan lagu- lagu Lilis Suryani dan bintang radio 1960-an lainnya.

Bagi Suar Artspace, Pesta Cerita Kemarin juga ditujukan untuk mengingat kembali masa kecil sebagai masa yang penuh keterbukaan pikiran dan kreativitas. “Ketika masih kanak-kanak, kita bisa sangat takjub akan hal-hal baru yang mungkin sekarang setelah dewasa menjadi biasa-biasa saja. Kita juga cenderung lebih berani dalam melakukan segala sesuatunya untuk pertama kali. Seni dan kreativitas sangat dekat dengan keterbukaan, kepolosan, dan keberanian seperti saat kanak-kanak, mudah-mudahan kita bisa tetap menjaga sisi kekanak-kanakan yang ini!” pungkas Nin Djani, juru bicara Suar.


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait