Setiap orang pasti pernah mengalami sebuah kegagalan dan itu sangat pasti terjadi, tapi bagaimana jika setiap orang tersebut bisa menikmati kegagalan dengan tanpa menyesalinya? Mungkin itulah sedikit benang merah dari keseluruhan cerita Official Music Video kedua dari band asal Kota Malang bernama Today Alive yang berjudul “Meaning”.

Today Alive sendiri dibentuk pada tahun 2014. Band yang digawangi oleh Fandi pada Vocal & Bass, Romy pada Drum, Rizal pada Gitar dan, Rian pada Gitar yang telah memutukan untuk keluar dari band pada awal 2018 ini telah mengeluarkan beberapa rilisan, yaitu 1 EP Album, 1 Split dan 2 Music Video.

Selepas merilis sebuah Split Album bersama band Bali bertajuk “Find” pada 21 April 2018 lalu, Ditahun 2018  ini Today Alive kembali hadir dengan progres visual terbarunya yaitu sebuah Music Video yang dirilis pada tanggal 30 April 2018, Untuk Proses penggarapan video ini sendiri berlangsung selama 6 hari dan setting video berlokasi di Kota Malang, di Direct langsung oleh sang vokalis Fandi Akhmad dan di posisi Direct of Photography di isi oleh Yudo Kaufman.

“We never so felt regret, every we write the stories”

Music Video “Meaning” bercerita tentang kegagalan seorang anak muda yang tengah mencari jati dirinya dalam bersenang-senang, dan apakah anak tersebut akan menyesal? Tentu tidak, Karena tidak ada harus yang harus disesalkan dalam mencari sebuah kesenangan, meskipun itu harus gagal. Situasi kegagalan tersebut hanya digambarkan dalam scene terjatuh dari skateboard, meskipun keseluruahan video ini lebih menunjukan tentang sebuah hobi dan beberapa hal-hal yang bermakna bagi band ini, hingga memperdalam sudut pandang Kota yang terekam, mencerminkan bahwa Kota ini sangat bermakana lebih bagi Today Alive.

Tidak hanya di rilis, namun Official Music Video “Meaning” ini juga secara bersamaan di launching disebuah kedai kopi sederhana bernama Maco Café yang terletak di Kebonagung dan diramaikan oleh beberapa kolega seperti Daddy Teddy, Critical Story, Soul Projeck, Gagal Ginjal, Better Jump Kick hingga Radio Story asal Sidoarjo dan Reylaced asal Kediri.

“Terimakasih untuk kurang lebih 300 teman yang sudah datang dan berpogo-ria dengan sangat tertib, semoga kedepan kami bisa lebih baik, mem-visual kan semua karya kami, dan membuat sebuah album baru ditahun depan.”tutur Fandi Akh.


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait