Ultraviolence rilis lagu baru berjudul “Into A Bolder” pada akhir Juli 2018. Tidak hanya rilis lagu, lagu ini menjadi istimewa karena terpilih menjadi materi pertama untuk dijadikan Videoklip musik perdana Ultraviolence. Memadukan ciri khas musik post-punk yang bernuansa ambient, kesan dingin dan hampa selalu menjadi fokus perhatian utama Ultraviolence. Band ini tetap dikemas dalam formasi minimalis dengan beranggotakan Torkis Waladan sebagai gitar dan Maulana Akbar sebagai vokal merangkap bass.

Materi ini mengangkat kisah romantis bagaimana perjuangan seseorang melawan kondisi dirinya yang terisolasi dengan ketakutan dan keraguan. Sebagai makhluk yang mulia, manusia tidaklah pernah lepas dari dua elemen emosi tersebut. Ketakutan dan keraguan adalah sosok antagonis yang dianalogikan sebagai wabah yang secara musiman akan mencari dan menyerang subjeknya. Suatu hal yang fatal ketika keduanya semakin bias dan menjadi penyebab keterpurukan dalam diri seseorang. Berdasarkan frase tersebut, maka tidaklah ada solusi ideal selain melawan dan menenggelamkannya melalui metafora pemberontakan.

Semua pengalaman historis yang terangkum dalam materi ini bermaksud memotivasi tiap individu agar tetap bersikap optimis. Kehidupan akan terus mengalir. Siklusnya berotasi terhadap siapapun yang lemah. Alur yang positif harus tetap tertata demi keseimbangan yang akan terjadi sebagai imbasnya di kemudian hari.


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait