Label independen Pop Flesh Records memulai langkah awal sebagai bagian dari skena musik kota Malang dengan meretas roster pertama mereka, Whitenoir. Band yang dibentuk pada awal tahun 2017 ini pun memperkenalkan dirinya lewat single debut, Sub-District.

Dipengaruhi referensi seperti Superheaven, Citizen, dan Milk Teeth, band yang ditukangi oleh Ekki, Alle, Ade, dan Helmi sepakat mengusung grunge modern sebagai identitas musik mereka. Secara sederhana, White Noir merangkum kegelisahan atas sempitnya cara pandang seseorang hingga dengan mudah mengaburkan fakta demi kepentingan pribadi dalam track Sub-District.

Sub-District bercerita tentang sarcasm bagaimana seorang individu memberikan duka cita dan simpati kepada sempitnya cara pandang seseorang dalam menyetujui sesuatu dan bagaimana seseorang dapat mudah sekali mengacak kebenaran demi kepentingan orang tersebut. Namun pada dasarnya kami membebaskan pendengar untuk merepresentasikan tentang apa isi lagu ini menurut versi mereka masing-masing. Dengan banyak pertimbangan, kami memilih Sub-District sebagai track pertama untuk dirilis sebagai track pembuka untuk EP perdana kami,” jelas Ekki.

Sekarang ini Sub-District sudah dirilis melalui sejumlah platform streaming. Selain itu, White Noir juga berencana untuk meretas music video untuk Sub-District yang kemudian dilanjutkan dengan perilisan EP pertamanya. Untuk mendengarkan single Sub-District, silahkan mengunjungi tautan di bawah ini.

Kontak
Soundcloud : Whitenoir
Instagram : Whitenoir
Bandcam : Whitenoir


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait