Baker-Miller Pink berawal dari tahun 1960-an, di mana seorang periset asal Tacoma, Washington bernama Alexander Schauss melakukan penelitian mengenai respon psikologis dan fisiologis yang timbul terhadap warna pink, maupun sebaliknya. Riset panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil pada tahun 1987, di mana ia menguji dirinya sendiri dengan memandangi sebuah kartu berukuran 46 x 61 cm dengan kode warna RGB 255, 145, 175 atau hexawarna FF91AF, dan mendapati bahwa warna tersebut mempengaruhi tubuh sehingga ritme detak jantung, nadi, serta pernapasan berangsur-angsur lebih tenang. Menurutnya eksperimen yang dilakukan dapat mengurangi agresi dan menenangkan dengan hanya melihat atau berada di daerah yang dominan warna Baker-Miller Pink.

Alexander Schauss berhasil meyakinkan direktur Lapas Angkatan Laut di Seattle untuk mengecat beberapa sel dengan warna pink, dengan harapan para warga Lapas dapat merasakan efek menenangkan yang ia rasakan. Demikian pula nama Baker-Miller juga diambil dari nama direktur lapas tersebut. Setelah pengecatan dilakukan, proses pengamatan pun dimulai. Dan sesudah ditelaah lebih lanjut, tingkat agresi seseorang yang terjadi di lapas memang berkurang dalam waktu kurang lebih hanya 15 menit setelah mendapatkan eksposur warna Baker-Miller Pink. Setelah keberhasilan riset itu ada beberapa tempat lain yang mengimplementasikan eksperimen Baker-Miller; beberapa contoh lainnya yaitu penjara Santa Clara County, San Bernardino Youth Clinic, Bold Tendencies di Inggris, dan rumah sakit psikiater di California.

Baker-Miller Pink juga ditemukan memiliki efek mengurangi kekuatan subjek  begitu juga mengurangi selera makan di eksperimen berbeda. Pada tahun 1980an, acara televisi ‘That’s Incredible’ membuat pria menatap poster biru, lalu berwarna pink. Setelah memandangi poster yang berwarna pink, mereka mengurangi beban lebih sedikit di lengan mereka dibandingkan tatapan sebelumnya. Kantor Penelitian Angkatan Laut A.S. di Washington, D.C. melakukan penelitian lebih lanjut selama empat tahun kedepan di John Hopkins University Hospital di Baltimore, Maryland. Percobaan ini diawasi oleh Maria Simonsen, M.D., Direktur Klinik. Percobaan pengurangan stres dengan penggunaan Baker-Miller Pink dilakukan pada 1.700 subjek. Mereka menemukan efek menarik dan melaporkan Baker-Miller Pink dapat menekan nafsu makan.

Tetapi disayangkan hasil riset Baker Miller Pink kebanyakan tidak bisa direka ulang oleh peniliti lainnya. Hasil studi oleh James E. Gilliam, PhD. dan David Unruh, PhD mendapatkan hasil yang bertentangan dengan efek Baker-Miller Pink yang dapat menurunkan detak jantung dan kekuatan fisik. Sementara hasil awal di fasilitas Lapas Angkatan laut di Seattle mendapatkan nilai positif, penjara Santa Clara  hanya mendapat penurunan kecil di bulan pertama dan setelah itu tidak ada berpengaruh. Bahkan tingkat agresi meningkat melampaui paska eksperimen Baker-Miller Pink yang diberlakukan di penjara tersebut. Sedangkan ada hasil riset lain yang diberlakukan di Belgium, warna pink tersendiri bisa mengakibatkan unsur negatif seperti mempengaruhi ‘kejantanan’ pria dan disatu sisi bisa membuat dirinya merasa dipermalukan.

Di balik tampilannya yang manis, feminin, ternyata warna pink memiliki kisah yang cukup rumit ya? Apapun opini yang orang-orang pikirkan tentang warna ini, semoga saja warna pink dapat memberi dampak positif bagi para penggunanya dan mungkin kamu ingin mencoba? Siapa tau kamu adalah salah satu yang penasaran dengan Baker Miller Pink seperti  fashion model Kendal Jenner ngecat warna temboknya dengan warna Baker-Miller Pink atau Jimmy Fallon dan Jon Glaser yang mencoba Vollebak Baker-Miller Pink Hoodie.

Sumber: Color Matters, Wikipedia, therapycolor.com, theguardian.com, dailymail.co.uk, theawl.com, The Tonight Show Starring Jimmy Fallon


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait