Kalian pasti tidak asing dengan konflik antara Israel dan Palestina, okupasi Israel memicu perlawanan dari warga Palestina. Tidak hanya orang dewasa, remaja dan anak-anak juga turut serta berdemonstrasi. Salah satunya, Bashar Masri yang sejauh ini telah 8 kali di tangkap oleh pihak Israel. Kini, Bashar tidak lagi turun ke jalan untuk berdemonstrasi namun turun langsung untuk membangun kota baru di Palestina. Bashar Masri lahir pada 4 Februari 1961 di Nablus, Palestina. Di usianya yang ke 16 tahun Bashar ditangkap oleh pasukan Israel karena ikut serta berdemonstrasi dan melempar batu ke pasukan Israel.

Untuk menjamin keamanan dan kelanjutan dari pendidikan anaknya, ayah Bashar mengirimnya ke Kairo, Mesir. Bashar menempuh pendidikan SMA di Kairo, Mesir selepas SMA, Bashar melanjutkan kuliah di jurusan Teknik Kimia di Viginia Tech University, Amerika. Bashar lalu mengambil jenjang S2 bidang manajemen di London, Inggris. Setelah lulus, Bashar sempat beberapa kali mencoba untuk pulang ke kampung halamannya. Bashar baru diperbolehkan masuk ke Palestina pada 1994, setelah sebelumnya Bashar dideportasi saat transit  di bandara Ben Gurion, Tel Aviv, Israel pada tahun 1991.

Penjegalan yang dilakukan oleh pihak Israel semakin memotivasinya untuk melakukan perlawanan. Kali ini bukan dengan berdemonstrasi namun dengan aksi nyata. Bashar menggunakan ilmu dan kemampuan finansialnya untuk membangun kota baru di Palestina. Dia bertujuan untuk menunjukan wajah baru dari negaranya. Palestina tidak lagi berkaitan dengan warga yang tetindas, kota hancur dan terorisme. Selama merantau, Bashar bekerja perusahaan real estates beberapa negara seperti Maroko, Libya, Yordania dan Mesir. Bashar juga sukses sebagai konsultan manajemen di London, Arab Saudi dan juga Washinton D.C. Jam terbangnya yang tinggi membuatnya memiliki banyak koneksi. Sejauh ini Bashar memiliki lebih dari 30 perusahaan internasional yang bergerak di berbagai sektor.

Kembali ke Palestina, Bashar kemudian membangun kota baru dari nol, untuk dan oleh warga Palestina. Kota ini diberi nama Rawabi. Rawabi merupakan proyek besar yang dimulai pada tahun 2008. Pelaksananya adalaha Bayti Real Estate Investment Company, anak perusaan dari Massar International, perusahaan induk yang dibangun oleh Bashar pada tahun 1994. Targetnya adalah tersedianya tempat tinggal untuk 40.000 warga palestina dan menyediakan 10.000 lapangan kerja. Perlahan tapi pasti, kini Rawabi semakin berkembang, menjadi kota metropolitan pertama di Palestina di atas tanah seluas 1600 hektar. Selain perusahaan bashar, pemerintah Qatar juga turut menjadi investor dalam perealisasianya. Rawabi atau The Hills memiliki kawasan elit dilengkapi dengan pusat perbelanjaan yang berisi brand terkemuka dunia, taman, bioskop dan fasilitas lain. Pada tahun 2017, setidaknya 100.000 orang mengunjungi Rawabi setiap bulannya.

Sumber : Time Of Israel, Detik, Nas Daily, Mint, Time


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait