Carmin Herrera adalah pelukis wanita geometris yang ironis-nya baru dikenal lukisannya saat berumur mendekati 90 tahun (walau sudah melukis semenjak berumur 30 tahun). Namun berkat ketekatan dan niat, sekarang lukisannya beliau jadi diakui dan terkenal. Kini sudah berumur 100 tahun (tahun ini 101), tetap tidak memutuskan semangat Carmin Herrera untuk berkarya.

Carmen Herrera adalah seorang puteri dari tujuh bersaudara dari sepasang suami isteri yang bekerja sebagai editor surat kabar dan reporter. Lahir di Havana pada tahun 1915, ia sangat meguasai bahasa Spanyol dan sedikit paham bahasa Inggris. Beliau sering berpindah tempat tinggal mulai dari Perancis, Cuba, dan USA sekitar tahun 1930 hingga 1940. Setibanya di Cuba dari Paris pada tahun 1935, Herrera mempelajari arsitektur dan bertemu dengan seorang guru bahasa Inggris, Jesse Loewenthal pada tahun 1939. Herrera pun dinikahinya dan menetap di New York sembari menyelesaikan studinya.

Inspirasi Herrera untuk melukis diperoleh dari seorang seniman Cuba, Amelia Palaez. Herrera sangat mengaguminya dan menyukai apa yang dilakukan Amelia Palaez. Itulah kali pertamanya beliau mulai tertarik pada suatu hal, melukis. Namun, sampai saat suaminya meninggal pada tahun 2000, belum ada satu lukisan pun yang terjual. Hal itu berakhir setelah Tony Bechara, teman Herrara mengenalkannya dengan Frederico Seve, pemilik Latin Collector Gallery di Manhattan. Ia telah mempublikasi banyak lukisan geometri karya wanita. Kali pertama Seve melihat karya Herrera, ia mengira lukisan tersebut karya Lygia Clark. Namun ternyata lukisan tersebut telah dikerjakan satu dekade sebelum karya Clark.

Seve pun tertarik dengan lukisan Herrera untuk mempublikasikannya. Kini, berkat Bechara, karya Carmen Herrera sudah dikenal banyak orang. Museum lukisannya selalu dipenuhi banyak pengunjung. Surat kabar selalu memberitakan dirinya. Bahkan sampai ada film dokumenter yang mengisahkan hidupnya berjudul, “100 Years Show” yang disutradarai oleh Alison Klayman dan rilis tahun lalu.

Ketika diwawancarai masa perjuangannya mengapa Herrera tetap giat melukis walaupun belum ada satupun lukisannya yang terjual, Herrera mengatakan, “I do it because I have to do it, it’s a compulsion that also give me pleasure.”

Source :: christies.com , artnet.com , the100yearsshow, alisonklayman 


Qiqi

Seorang perempuan yang senang menari-nari mengikuti lantunan irama musik di bawah langit bersama seorang pena.

Artikel-artikel terkait