Mungkin banyak musisi yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bereksplorasi menggunakan synthesizer. Bahkan bagi banyak pihak, mungkin synthesizer adalah perangkat yang amat esensial dalam perjalanan karier mereka. Pada tahun 2015, dua orang peneliti asal London; Ben Bengler dan Fiore Martin menciptakan sebuah synthesizer bernama Collidoscope. Mereka menjuluki perangkat ini sebagai synthesizer yang lebih jelas, praktis, dan canggih bagi para musisi dan penikmat musik. Uniknya lagi, Collidoscope dapat dioperasikan oleh dua orang sekaligus, karena bentuknya yang berhadap-hadapan.

Synthesizer canggih ini telah berhasil menarik perhatian publik pada acara Sonar+D 2015 (Barcelona, Spanyol), dan Digital Design Weekend 2015 di Victoria & Albert Museum (London, UK). Website DoctorMix juga sempat menyebutkan bahwa, “Collidoscope adalah sebuah revolusi tersendiri yang mampu mengubah hubungan antara musisi dan proses sampling, dan memungkinkan terjadinya manipulasi tanpa menginterupsi aliran sebuah suara”.

Banyak orang telah bereksperimen dengan Collidoscope, dan beberapa di antaranya menyebarkan hasil eksperimen tersebut di laman Facebook Collidoscope. Sebaliknya, beberapa pihak berpendapat bahwa Collidoscope hanyalah bentuk lain dari synthesizer buatan Ableton dan iOS.

Menurut saya pribadi, Collidoscope adalah sebuah perangkat inovatif yang memiliki nilai form and function (bentuk dan kegunaan) yang amat hebat dan seimbang. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang perlu diragukan, mengingat salah satu dari penggarap Collidoscope adalah sosok yang mempelajari ilmu desain.

Bagi kalian yang tertarik untuk memesan Collidoscope, dapat langsung menghubungi kontak yang tertera di website mereka.


A.Astari

Seorang ilustrator yang mencoba untuk mengisi kekosongan di antara gagasan dan kata-kata dengan membuat ilustrasi, dimana ketiganya memiliki porsi yang sama-sama penting.

Artikel-artikel terkait