Tanaman pangan memiliki fungsi yang amat esensial bagi mahluk hidup. Manusia memasak tanaman pangan sebagai sumber energi, dan banyak hewan pun menjadikannya sebagai makanan utama. Sayangnya, semakin hari keberlangsungan tanaman pangan semakin terancam. Beberapa faktor yang mengakibatkan hal tersebut adalah meningkatnya suhu bumi, serta berkurangnya lahan perkebunan akibat pembangunan pemukiman. Perubahan iklim yang terjadi secara acak pun membuat sejumlah varietas tanaman pangan tak mampu bertahan hidup, dan akhirnya punah.

Kabar baiknya, hal tersebut kini dapat dicegah berkat keberadaan Crop Trust. Organisasi non-profit internasional yang dulunya dikenal dengan nama Global Crop Diversity Trust ini memiliki misi untuk mengawetkan sebanyak mungkin varietas bibit tanaman, mengembangkan varietas baru yang kebal terhadap perubahan iklim, serta menyimpannya agar aman untuk selamanya.

Organisasi yang diresmikan pada tahun 2004 ini telah dilindungi oleh hukum internasional dalam melakukan pergerakannya. Hingga kini, tercatat ada 28 negara dari berbagai benua yang tergabung dalam gerakan Crop Trust. Negara-negara tersebut adalah: Mesir, Cape Varde, Jordan, Togo, Maroko, Siria, Samoa, Etiopia, Tonga, Peru, Ekuador, Kolombia, Swedia, Mauritius, Serbia dan Montenegro, Kamerun, Kamboja, Pakistan, Rumania, Uganda, Kenya, Australia, Ghana, India, Swiss, Slovakia, dan juga Jerman. Negara-negara tersebut menyumbangkan bibit-bibit tanaman pangan pilihan dari negara mereka, yang selanjutnya disimpan di dalam gene bank lokal. Walau disumbangkan, bibit tersebut tetap menjadi hak milik masing-masing negara.

Proses penyimpanan bibit pilihan tak hanya berhenti di gene bank. Pada tahun 2008, Crop Trust bersama dengan pemerintah Norwegia dan juga gene bank Nordik meresmikan Svalbard Global Seed Vault, sebuah bangunan canggih yang berfungsi sebagai tempat menyimpan back up data dari gene bank di seluruh dunia. Bangunan ini dijamin aman dalam menjaga bibit tersebut. Aman dari perang, perselisihan urban, bencana alam, kesalahan mesin, ataupun kesalahan manajemen. Bibit-bibit yang tersimpat di dalamnya dijamin akan tetap beku, bahkan tanpa tenaga listrik sekalipun. Svalbard Global Seed Vault didirikan di dalam sebuah gunung es di Svalbard, Norwegia sehingga apabila listrik mati secara mendadak, gunung es tempatnya dibangun dapat menjadi pendingin alami.

Lokasi tersebut dipilih karena suhu serta tingkat kelembapannya yang rendah; sehingga bibit yang disimpan lebih awet, juga karena ketinggiannya yang cukup jauh melampaui permukaan laut; sehingga bibit-bibit senantiasa aman dari banjir. Selain itu, lokasi tersebut dipilih karena Svalbard merupakan tempat terujung di bagian utara bumi yang masuk ke dalam destinasi penerbangan sejumlah maskapai pesawat. Walau tempatnya jauh dan terpencil, namun tetap bisa diakses oleh manusia.

Hingga kini, gedung tersebut telah menyimpan sekitar 800.000 jenis bibit tanaman pangan, dan memiliki kapasitas hinggat 4,5 juta jenis bibit. Svalbard Global Seed Vault hanya dibuka tiga hingga empat kali dalam setahun, dan apabila tidak sedang diakses oleh manusia, tempat ini berada di bawah pengawasan penuh pemerintah Norwegia. Svalbard Global Seed Vault juga menggunakan tenaga listrik dengan sangat efisien. Salah satu lampu di dalamnya hanya menyala apabila pintu utama terbuka. Selebihnya, listrik pada gedung harus diakses menggunakan kode sandi yang tentunya tak mudah dijebol. Gedung ini bahkan dinobatkan sebagai salah satu tempat teraman di dunia!

Satu hal lagi yang unik dari bangunan ini adalah, di balik tampilannya yang kaku dan dingin, Svalbard Global Seed Vault juga dihiasi oleh beberapa karya seni. Hal tersebut dilakukan atas peraturan pemerintah Norwegia yang mewajibkan setiap bangunan publik dilengkapi dengan karya seni. Akhirnya, karya seni tersebut diletakkan pada bagian atap gedung, dan ada pula yang dipajang di dinding bagian dalam gedung.

Apabila kamu penasaran ingin mengunjungi gedung canggih tersebut, Crop Trust menyediakan fitur 360 derajat pada website mereka, sehingga kamu dapat ikut melihat-lihat sampai ke bagian dalamnya.

Sumber : Crop Trust, Crop Trust


A.Astari

Seorang ilustrator yang mencoba untuk mengisi kekosongan di antara gagasan dan kata-kata dengan membuat ilustrasi, dimana ketiganya memiliki porsi yang sama-sama penting.

Artikel-artikel terkait