Bike to work memang jadi aktivitas menyehatkan sekaligus sarana mengurangi emisi gas dari kendaraan bermotor. Hanya saja, bike to work membuatmu tiba di kantor dalam kondisi penuh keringat. Ini tentu saja menjadi hal yang tidak menyenangkan, bukan? Tidak hanya bagi dirimu sendiri, tapi juga bagi rekan kantor.

Lalu, bagaimana solusinya? Gunakan saja sepeda listrik, atau kalau enggan membeli sepeda baru, pakai saja Electron Wheel. Alat yang satu ini berupa roda bagian depan sepeda yang keberadaannya secara ajaib bisa mengubah sepeda biasa menjadi sepeda listrik.

Electron Wheel Secara Ajaib Mengubah Sepeda Biasa Menjadi Sepeda Listrik Hanya Dalam 30 Detik

Cara pemasangannya pun sangat mudah, hanya butuh waktu 30 detik. Semua itu berkat adanya quick release yang memudahkan pemasangan sekaligus pelepasan. Kemudahan ini juga berguna untuk mengisi baterai Electron Wheel ketika sudah kehabisan tenaga. Baterai pada Electron Wheel merupakan baterai lithium ion 36 volt yang bisa dipakai untuk menempuh jarak sejauh 80 km sekali pengisian.

Electron Wheel di Consumer Electronics Show(CES) 2018. Video oleh Digital Trends.

Electron Wheel, menurut pihak perusahaan, diciptakan tidak untuk mengubah kebiasaan sehat para pesepeda. Sebaliknya, keberadaan alat ini berguna untuk meningkatkan pengalaman bersepeda. Apalagi, alat ini hanya berguna untuk memudahkan pengendara sepeda dalam mengayuh pedal. Jadi, kamu tetap bisa menggerakkan kaki dan berkeringat selama memakai sepeda yang telah dilengkapi Electron Wheel.

Untuk membantu pengayuhan pedal tersebut, Electron Wheel dilengkapi dengan motor. Dengan begitu, kamu bisa mengayuh dalam kecepatan yang lebih tinggi dengan mengeluarkan tenaga lebih sedikit. Pihak Electron Wheel mengatakan kalau sepeda yang telah dilengkapi dengan perangkatnya mampu mencapai kecepatan maksimal 32 km per jam di Amerika dan 25 km per jam di Eropa. Perbedaan itu dilakukan karena berkaitan dengan aturan di masing-masing wilayah.

Hal yang paling menarik dari pemakaian Electron Wheel ini adalah ketika bersepeda melintasi wilayah tanjakan. Electron Wheel dilengkapi dengan sensor yang bisa mendeteksi tanjakan. Dalam kondisi tersebut, Electron Wheel secara otomatis akan melakukan pengaturan kecepatan yang meringankan beban mengayuh pedal. Melintasi tanjakan pun bakal terlihat sangat mudah.

Selain itu, perangkat ini juga memungkinkan kamu untuk memonitor aktivitas bersepeda. Electron Wheel dilengkapi dengan aplikasi pendamping di smartphone yang berguna untuk memonitor kecepatan serta jarak yang telah ditempuh.

Hanya saja, untuk mendapatkan satu unit roda depan sepeda ini harganya cukup mahal. Tersedia 2 opsi roda, masing-masing berukuran 26 inci dan 700 cc. Keduanya dipatok oleh Electron Wheel dengan harga US$899 atau setara Rp12,4 juta.

Namun, harga mahal itu dilengkapi dengan garansi penuh oleh pihak perusahaan. Kamu boleh saja mengembalikan Electron Wheel dan meminta refund kalau tidak puas dengan performanya. Pihak perusahaan akan mengembalikan uang beserta membayar biaya pengiriman kembali. Syaratnya, kamu harus telah mencoba menggunakan Electron Wheel setidaknya selama 15 hari atau menempuh jarak 80 km.

Sumber : Electron Wheel Website, The Gadget Flow, Digital Trends,


I.Baihaki

Penulis yang masih belajar menulis dengan benar dan masih setia dengan dua ponsel Nokia jadul.

Artikel-artikel terkait