Elon Musk yang merupakan sosok pendiri sekaligus CEO dari Tesla memang dikenal sebagai inventor jenius. Hasil penciptaan terbaru dari pria jenius ini adalah sebuah baterai raksasa berkapasitas 100 megawatt. Menariknya lagi, baterai lithium ion terbesar dunia itu sukses dibangun dalam waktu hanya 100 hari.

Pembangunan baterai terbesar itu dilakukan di Australia Selatan. Perusahaan yang dipimpinnya pun telah melakukan kontrak kerja dengan pemerintah setempat. Bahkan, dalam kontrak tersebut, dia berjanji akan menyelesaikan pembangunan baterai raksasa ini dalam waktu yang tepat. Kalau tidak, dia rela memberikan baterai itu secara gratis kepada Pemerintah Australia.

Penandatanganan kontrak tersebut dilakukan pada 29 September 2017. Berdasarkan kontrak itu, pembangunan harus selesai paling lambat tanggal 1 Desember 2017. Menariknya, pada tanggal 23 November, Musk mengumumkan kalau pembangunan baterai raksasa itu telah terselesaikan. Artinya, Tesla hanya butuh waktu 55 hari untuk menyelesaikan pembangunan baterai ini.

Dalam pembangunan baterai raksasa ini, Tesla menggunakan salah satu produknya, yakni Tesla Powerpack. Tenaga listrik yang tersimpan pada baterai tersebut diperoleh dari kincir angin. Teknologi Powerpack milik Tesla memungkinkan pembuatan baterai berkapasitas raksasa yang terbangun dari beberapa baterai berukuran kecil.

Selain itu, teknologi ini juga memungkinkan untuk digunakan pada berbagai jenis medan, termasuk di area yang ekstrem sekalipun. Dengan desain tahan banting tersebut, pembangunan baterai Tesla Powerpack bisa menghemat biaya perawatan. Di waktu yang sama, penggunaan energi listrik yang terbarukan juga berdampak positif pada lingkungan.

Kemampuan baterai raksasa ini pun sangat bisa diandalkan. Mengingat, dengan kapasitasnya yang mencapai 100 megawatt tersebut bisa menjadi sumber energi listrik untuk sekitar 30 ribu rumah. Dengan begitu, peristiwa pemadaman listrik yang sering terjadi di kawasan Australia Selatan pun bisa ditekan.

Juru bicara Pemerintah Negara Bagian Australia Selatan Jay Weatherill mengungkapkan kalau wilayahnya kini menjadi salah satu pelopor penggunaan energi listrik terbarukan. Apalagi, Tesla mengungkapkan kalau pembangunan baterai raksasa ini merupakan langkah awal. Mereka menginginkan untuk membangun baterai berkemampuan serupa di wilayah lain.

Sumber : TheWeek, TheGuardian, FinancialTimes


I.Baihaki

Penulis yang masih belajar menulis dengan benar dan masih setia dengan dua ponsel Nokia jadul.

Artikel-artikel terkait