Ambisi Google dalam menghasilkan produk berteknologi canggih memang sangat besar. Mereka tidak hanya sukses menelurkan sistem operasi Android yang kini dikenal sebagai OS mobile terbesar dunia. Saat ini, Google juga sedikit lebih dekat dalam meluncurkan keberadaan mobil pintar.

Pengembangan mobil pintar Google memang sudah dilakukan dalam waktu yang lama. Pengembangan mobil ini mereka lakukan dengan membentuk sebuah tim yang tergabung dalam Proyek Google Self-Driving Car. Saat ini, mobil pintar dari Google itupun sudah dalam beberapa kali proses pengujian.

Pengujian pertama dilakukan pada tahun 2012 di Negara Bagian Nevada. Pada saat itu, Google menggunakan mobil Toyota Prius yang dimodifikasi sehingga dapat berjalan secara otomatis tanpa sopir. Dalam pengujian ini, mobil pintar tersebut berhasil menempuh jarak 500 ribu kilometer tanpa kecelakaan satu pun.

Sejak pengujian pertama tersebut, pengembangan mobil pintar Google semakin canggih dan semakin menarik. Sempat ada insiden terjadi kecelakaan dalam pengujian yang dilakukan. Google mengungkapkan, sebanyak 14 kecelakaan pernah terjadi. Hanya saja, 13 kasus kecelakaan bermula karena kesalahan pengendara mobil lain. Sementara 1 kasus kecelakaan terjadi karena kesalahan perangkat lunak.

Pihak Google pun kini menggunakan dua jenis mobil yang dipakai dalam proses pengujiannya. Mobil pertama berjenis SUV dari Lexus. Sementara mobil yang berikutnya adalah mobil terbaru. Proses pengujian juga telah dilakukan di berbagai negara bagian di Amerika Serikat, dengan jarak tempuh lebih dari 2 juta mil atau setara 3,2 juta kilometer.

Google memang menerapkan teknologi yang canggih pada produk prototype-nya ini. Dengan menggunakan mobil ini, seseorang bisa berkendara dengan tanpa memegang kendali secara langsung. Mobil ini akan secara otomatis menghindari objek yang ada di depannya. Bahkan, dalam prototype terbarunya, setir, pedal gas serta rem telah dihilangkan. Jadi, kontrol mobil sepenuhnya dilakukan oleh software.

Keberadaan sensor yang berbentuk melingkar menjadikan mobil pintar ini bisa mendeteksi benda-benda di sekitarnya dengan jarak pandang yang lebih luas. Selain itu, prototype terbaru ini juga sudah tidak lagi menggunakan bahan bakar minyak, tetapi energi listrik. Jadi, lebih ramah lingkungan.

Tidak hanya dari segi teknologi. Seiring dengan perkembangannya, desain mobil listrik berteknologi pintar dari Google ini juga mengalami perubahan yang drastis. Pada saat awal pengembangannya, mobil yang dipakai adalah mobil hasil modifikasi. Namun, kini mereka sudah menggunakan mobil yang didesain sendiri dan secara khusus dibentuk untuk memberi kenyamanan berkendara tanpa memakai sopir.

Untuk saat ini, pemakaian mobil pintar Google memang masih sangat terbatas. Terutama dari segi aturan. Di negara Amerika Serikat, belum 100 persen negara bagian menyetujui penggunaan mobil otomatis di jalan raya. Terlebih, tingkat keamanan masih menjadi permasalahan. Dan, hingga saat ini belum pernah ada pengujian mobil pintar pada kondisi hujan badai.

Namun, proyek mobil pintar Google ini merupakan proyek jangka panjang. Pihak Google pun menyadari betul kekurangan yang dimiliki prototype mobil pintar miliknya. Terutama dalam mengenali objek-objek berukuran kecil. Mereka menjanjikan, pada tahun 2020, mobil pintar ini sudah siap untuk digunakan di jalanan dan memberi jaminan berkendara yang aman.

Sumber : st.motortrend.com, www.google.com/selfdrivingcar/how/, wikipedia


I.Baihaki

Penulis yang masih belajar menulis dengan benar dan masih setia dengan dua ponsel Nokia jadul.

Artikel-artikel terkait