Mungkin sebagian dari kamu ada yang berpikir bahwa hidup di kota besar atau negara maju itu mengasyikan. Hal ini memang ada benarnya, namun tidak semuanya, beberapa diantaranya dilihat terasa begitu berat untuk dijalani dan menyedihkan. Begitu juga situasi di negara yang dinobatkan terpadat no.1 sedunia. Situasi ini dimulai dari beberapa koleksi dalam format fotografi, bagaimana visualisasi hidup di China mereka yang tinggal dibalik kandang, hidup diruangan serba sempit dan padat.

Hal ini diketahui setelah Benny Lam dari SOCO merilis berbagai seri fotografi berjudul ‘trapped’ dari beberapa keluarga yang hidup dalam apartemen yang begitu sempit. Kata micro apartment dan coffin house pun dinobatkan di beberapa media di luar negeri karena saking sempit, suram dan kecilnya sebuah tempat tinggal.

Sedangkan The Society For Comunity Organization (SOCO) adalah sebuah organisasi hak asasi manusia yang ada di Cina, karya fotografi yang di rilis itu bukan ditujukan untuk memenangkan sebuah perlombaan, namun sebagai sebuah kampanye yang mengajak masyarakat luar dan dalam negeri untuk lebih sadar dengan kondisi hidup beberapa wilayah di kota Hongkong.

Dalam foto-foto yang dirilis oleh Benny Lam itu terlihat sebuah ruangan apartemen berukuran kecil yang sesak dengan aneka barang. Dan lebih memilukannya lagi, ruangan tersebut bukanlah ruangan khusus seperti gudang, namun ruangan tersebut adalah ruangan multi fungsi yang digunakan untuk banyak hal seperti ruangan makan, ruangan tidur, ruangan santai, toilet dan masih banyak lagi aktivitas lainnya. Semua di tempat yang sama.

Apartemen tersebut memang begitu sempit, bahkan karya fotografi yang dihasilkan Benny Lam itu harus mengambil sudut pandang dari atas agar bisa menangkap suasana ruangan secara keseluruhan. Hongkong memang memiliki penduduk yang sangat padat. Dataran dengan luas 423 mill persegi itu dihidupi oleh tujuh juta manusia. Hal ini membuat gaya hidup beberapa yang ada disana begitu memilukan.

Disatu sisi Vincent Yu dari The Associated Press menerbitkan beberapa seri fotografi para setengah baya hidup dikandang. Ya kandang, seperti layaknya binatang tinggal di kandang, bedanya ada tempat tidur dan pernak-pernik lainnya. Tempatnya terlihat seperti hostel bed bunker kumuh tetapi dilengkapi dengan teralis. Bagi beberapa masyarakat yang hidup di kota, mau tidak mau mereka harus menempati ruangan ini. Tahukah kamu bahwa ruangan dengan ukuran kurang lebih 16 persegi pada umumnya harus sewa dengan harga $ 170 sampai dengan  300$ USD. Dan yang lebih mengejutkannya lagi, harga ini jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga apartemen mewah di Hongkong untuk setiap perseginya. Hal ini terjadi karena minimnya lahan atau tidak tersedianya tempat untuk tinggal yang layak.

Sedihnya lagi, dailymail.co.uk yang mengikuti perkembangan tentang hal ini dari beberapa taun silam, mengkalkulasi peningkatan tinggal di micro apartment dan coffin house naik pesat sebesar kurang lebih 50%. Dan berdasarkan info Demographia, Hongkong telah di tempatkan pasar perumahan paling mahal di dunia selama tujuh tahun berturut-turut, mengalahkan Sydney, Vancouver dan 400 kota lainnya. Harga rumah rata-rata adalah 19 kali pendapatan penghuni.

Bagaimana tidak, Hongkong merupakan salah satu kota terpadat sedunia, namun disini kita bisa melihat banyak, bahkan sampai ratusan ribu orang yang hidup dalam apartemen berukuran sempit dan jauh dari kata nyaman.

Sumber : dailymail.co.ukDemographiaSOCO, thesun.co.uk


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait