Kamera analog memang sudah jauh ketinggalan zaman. Keberadaannya tergantikan oleh kehadiran kamera DSLR dan mirrorless yang menawarkan kualitas lebih baik dengan proses yang lebih mudah. Meski begitu, ada sebagian kecil fotografer yang enggan move on dari kamera analog. Alasannya pun beragam, salah satunya adalah karena kamera analog membuat mereka bisa lebih menghargai karyanya. Ada pula yang terpaksa menggunakan kamera analog karena harganya yang terjangkau.

Namun, saat ini tersedia metode lain yang memungkinkan fotografer menggunakan kamera analog 35mm tapi memiliki rasa seperti kamera digital. Hal ini memungkinkan berkat kehadiran perangkat yang disebut dengan nama “I’m Back”. Perangkat ini memang masih belum tersedia di pasaran. “I’m Back” saat ini masih dalam tahap penggalangan dana lewat situs urun dana Kickstarter.

“I’m Back” memiliki ukuran yang kecil. Cara kerjanya pun cukup sederhana. Perangkat ini tinggal ditempelkan pada bagian belakang kamera analog. Selanjutnya, kamu perlu melepas penutup belakang kamera dan menggantinya dengan modul kamera ini. Pihak produsen mengatakan, “I’m Back” bakal kompatibel dengan kamera yang diproduksi pada rentang tahun 1950-an hingga 1980-an.

Setidaknya, modul kamera ini membutuhkan keberadaan lubang tripod, setting bulb, kompatibilitas Sync Flash, serta kamera harus tetap bisa digunakan meski bagian belakang dalam kondisi terbuka. Beberapa kamera yang disebutkan kompatibel dengan perangkat ini antara lain adalah Minolta Maxxum 7000, Praktica B200, Nikon F series, ataupun Olympus om10.

Sang kreator, Samuel Mello Medeiros, unggah video informasi tentang “I’m Back”

Selain itu, kamu juga tidak perlu menggunakan rol film untuk mencetak foto kalau sudah menggunakan I’m Back. Kamera analog jadul pun bisa digunakan dengan lebih bebas dengan perangkat ini. Bahkan, kamu juga bisa merekam video dengan resolusi full HD berkat perangkat ini. Sebagai tambahan, I’m Back juga memungkinkan kamera untuk bisa dihubungkan dengan smartphone.

Dengan menggunakan perangkat ini, kamu bisa memperoleh kesan retro yang orisinil dari sebuah kamera analog. Di samping itu, kemampuan yang dimiliki oleh kamera analog tersebut juga tidak kalah dibandingkan dengan kamera DSLR yang harganya relatif jauh lebih mahal.

Dalam proyek pengumpulan dana di Kickstarter, I’m Back bakal didesain bisa bekerja untuk kamera analog yang memiliki sensor 8 mega piksel. Mereka pun menargetkan dana yang terkumpul mencapai angka 85 ribu Euro atau setara Rp1,353 miliar .

Hanya saja, hingga saat ini (21/10/2017), uang yang terkumpul masih sangat sedikit. I’m Back hanya memperoleh dana sekitar 25 ribu Euro. Meski begitu, tenggat waktunya masih cukup panjang, kurang 42 hari lagi. Kalau tenggat waktu sudah terlewati, tentu saja perangkat ini bakal tidak bisa diwujudkan oleh kreatornya.

Sumber terkait : kickstarter.com, imback.eu


I.Baihaki

Penulis yang masih belajar menulis dengan benar dan masih setia dengan dua ponsel Nokia jadul.

Artikel-artikel terkait