Perkembangan teknologi selalu dilakukan untuk membuat dunia menjadi lebih baik. Itulah hal yang ingin dicapai dalam pengembangan Internet of Things (IoT) yang sangat santer dalam beberapa tahun terakhir. Pengembangan IoT ini pun didukung dengan kemunculan berbagai perangkat canggih serta konektivitas internet yang kian meluas dan bertambah cepat.

IoT sejatinya merupakan sebuah sistem yang terbangun dari beberapa perangkat elektronik yang saling terhubung. Perangkat-perangkat tersebut saling tersambung satu sama lain dengan menggunakan beragam koneksi. Bisa terhubung melalui jaringan WiFi ataupun internet. Masing-masing koneksi pun bisa diputus atau disambung sesuai kebutuhan.

Salah satu contoh IOT oleh Mark Zuckerberg(Founder Facebook) dalam pengembangan Project Jarvis – Sumber CCNMoney

Ragam IoT pun sangat banyak. Kamu bisa menyebut sebuah smartphone sebagai perangkat IoT, headphone, mesin cuci, berbagai jenis perangkat wearable dan lain-lain. Dalam beberapa tahun mendatang, potensi penambahan berbagai jenis perangkat yang terkoneksi pun sangat tinggi. Menurut lembaga penelitian Gartner, akan ada sebanyak 26 miliar perangkat terkoneksi di tahun 2020.

Penjelasan Internet Of Things oleh IBM Think Academy

Manfaat besar pun bisa didapatkan dari keberadaan perangkat yang saling terkoneksi tersebut. Hal ini akan membuat aktivitas sehari-hari lebih mudah. Apalagi, keberadaan perangkat IoT tersebut membuat proses otomasi berbagai perangkat elektronik dengan lebih sederhana. Selain itu, IoT ini juga menjadi basis dari penerapan smart home ataupun smart city.

Perangkat IoT dalam Lingkungan Smart Home

Membangun rumah masa depan yang canggih kini bisa diterapkan dengan mudah. Bahkan, penerapannya pun bisa kamu lakukan di Indonesia. Apalagi, provider internet di tanah air kini juga menawarkan konsep smart home kepada para pelanggannya. Sebut saja Indihome ataupun MNC Play.

Dalam sebuah konsep smart home, berbagai perangkat pun bisa dikontrol secara praktis lewat sentuhan jari. Berbagai perangkat teknologi yang ada di rumah terkontrol secara pusat dalam sebuah sistem. Mulai dari lampu, pendingin ruangan, mesin cuci, televisi, kamera pemantau, dan lain-lain. Dengan memanfaatkan jaringan internet, pengontrolan pun bisa dilakukan dari jarak jauh. Termasuk ketika berada di luar rumah.

Penerapan IoT dalam Konsep Smart City

Keberadaan IoT juga tidak lepas dari penerapan konsep kota pintar alias smart city. Pihak pemerintah kota pun bisa menempatkan beragam alat pengontrol yang bisa dikendalikan atau dipantau dari jarak jauh. Misalnya, kamera pemantau di pinggir jalan, sensor polusi udara, ataupun penggunaan lampu pintar di tepi jalan.

Keberadaan perangkat-perangkat tersebut pun bakal memberikan kemudahan untuk manusia. Berbagai jenis pekerjaan yang sebelumnya perlu membutuhkan waktu cukup lama, kini bisa diselesaikan dengan lebih ringkas dan singkat. Hanya saja, kunci penerapan IoT ini terletak pada infrastruktur yang tertata rapi. Terutama jaringan internet serta pasokan listrik yang stabil.

Tanpa kedua faktor krusial tersebut, tentu berbagai perangkat IoT yang ada pun bakal tidak berjalan dengan maksimal. So, apakah Indonesia sudah siap memanfaatkan beragam perangkat IoT dalam kehidupan sehari-hari?


I.Baihaki

Penulis yang masih belajar menulis dengan benar dan masih setia dengan dua ponsel Nokia jadul.

Artikel-artikel terkait