Jadav “Molai” Payeng adalah seorang aktivis lingkungan dan pekerja kehutanan dari Jorhat, India. Beliau merupakan salah satu dari sekian yang memulai kepeduliannya terhadap hutan yang semakin berkurang di India. Dengan kegigihan seorang diri berhasil menanam tanaman satu persatu, hingga kini daerah tersebut yang dahulunya gersang menjadi hutan seluas 550 hektar dan dihuni berbagai macam flora dan fauna.

Bermula pada tahun 1979, Molai, masih berumur belasan saat itu, ikut program skema perkebunan pohon 200 hektar yang diadakan oleh Kabupaten Golaghat, guna mengurangi dampak banjir yang menewaskan banyak fauna saat itu. Proyek tersebut selesai selama 5 tahun, namun, usaha Jadav Payeng sebagai buruh di proyek tersebut tidak sampai disitu. Molai tetap tinggal di area tersebut meski proyek tersebut sudah selesai. Molai menanam pohon-pohon tersebut satu persatu dan melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain.

Usahanya membuat Hutan pun terungkap ketika para pejabat departemen kehutanan mengunjungi Hutan tempat Molai tinggal untuk mencari kawanan sebanyak 115 gajah yang telah migrasi setelah merusak property di desa Aruna Chapori. Betapa terkejutnya mereka, ketika ditemui hutan yang lebat dan besar di daerah tersebut. Dan sampai sekarang, situs tersebut sudah banyak dikunjungi, dan usaha Jadav Payeng tidak sia-sia.

Berkat perjuangan dan pertumbuhan hutan yang ia lakukan, pemerintah Golaghat memutuskan untuk memberi nama hutan, seluas 550 hektar, tersebut dengan nama “Molai” yang diambil dari nama julukan beliau karena usahanya sendirian menanam selama 30 tahun.

Akhir-akhir ini Jadev Payeng menjadi figure dalam pembuatan film dokumenter “Forest Man” yang diputar di Cannes Film Festival tahun lalu dan diberi penghargaan Padma Shri, penghargaan sipil tertinggi keempat di India atas jerih payah dan kepeduliannya terhadap hutan di India, pada tahun 2015. Setelah membuat Hutan Molai, ia ingin terus mengelola hutan dengan cara yang baik dan usaha yang sama untuk pergi ke tempat-tempat lain untuk menyuburkan hutan pada lahan gersang di India. Semoga akan ada lagi orang-orang seperti Molai di dunia ini, berjuang tanpa pamrih demi ekosistem yang berkesinambungan.

sumber : Erewise, Wikipedia, Patheos, William D Mcmaster.


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait