Konflik internasional memberikan dampak buruk yang traumatis tidak hanya bagi orang dewasa namun juga anak-anak. Menanggapi berbagai kekerasan yang terjadi di daerahnya, Janna Jihad Ayyad, bocah perempuan berumur 12 tahun melakukan perlawanan dengan menunjukan berbagai kejadian kekerasan yang terjadi di desanya, Nabi Saleh. Desanya terkena dampak dari  upaya okupasi Israel terhadap wilayah Palestina di daerah West Bank. Konflik ini melibatkan tentara Israel dan warga desa setempat

Janna Jihad Ayyad pada saat itu hanya berumur 7 tahun saat sepupu dan pamannya, Mustafa Tamimi dan Rushdie Tamimi terbunuh oleh pasukan Israel. Janna terpicu untuk melakukan perlawanan. Dia meminjam hp  milik ibunya untuk merekam berbagai tindakan kekerasan serta upaya demonstrasi di daerah Jerusalem, Hebron, Nablus dan Jordan. “my camera is my gun” ujar Janna, dia berupaya untuk menunjukan pada dunia internasional tentang ketidakadilan yang diterima warga Palestina.  Hingga kini Janna aktif membagikan berbagai video kejadian yang terjadi di Palestina melalui laman Facebooknya. Pengikut akun facebooknya berasal dari berbagai negara dan telah mencapai angka puluhan ribu. Reportase Janna disajikan dalam bahasa Arab dan inggris. Karena tindakannya, Janna diklaim sebagai jurnalis termuda di dunia.

Keluarga Janna, khususnya Ibunya mengaku bangga dengan tindakan anaknya namun merasa khawatir karena tentara israel tidak segan untuk membunuh para reporter yang berani membeberkan kejadian yang sesunguhnya.  Bagi Janna, dirinya yang masih anak-anak lebih mudah untuk melakukan reportase secara diam-diam. Janna bercita-cita ingin menjadi reporter CNN atau Fox News karena kantor berita tersebut sangat jarang meliput dan menayangkan berita tentang Palestina. Meskipun bukan berasal dari keluarga jurnalis, Janna memperoleh dukungan dari keluarganya. Pamannya, Billal Tamimi kini membantunya sebagai fotographer yang mendokumentasikan kekerasan yang dilakukan pihak Israel.

Janna Jihad sempat ditahan oleh tentara Israel pasca dia kembali ke Jordan setelah menggikuti acara konferensi Leader for Children dan acara penghargaan nobel perdamaian Laureates. Pihak Israel melakukan interogasi mendalam terhadap Janna di perbatasan King Hussein. Tindakan pasukan Israel menua banyak protes internasional hingga pada akhirnya Janna dibebaskan pada April 2018. Menteri urusan strategis Israel secara gamblang menyatakan bahwa Janna termasuk sebagai salah satu ancaman yang membahayakan bagi urusan Israel.

Tindakan Janna menginspirasi aktivis internasional. Dilansir dari CityPress.com, pada juli  lalu Janna diundang untuk berpartisipasi pada diskusi yang di adakan oleh bagian pengembangan jurnalisme dari Johanessburg Institute. Saat ini Janna juga aktif sebagai duta dari organisasi  2 Suns Shamsaan yang berarti dua matahari yang bersinar terang. Organisasi ini di dirikan oleh Nadia Meer dan merupakan wadah untuk menampung aspirasi serta gerakan untuk mendukung anak-anak Palestina yang terkena dampak dari konflik yang terjadi.

Sumber : CityPress, Palestine Chronicle, Aljazeera.


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait