Sebagai perusahaan mainan yang telah berdiri sejak tahun 1932 di negara Denmark, LEGO punya cara tersendiri dalam mengembangkan sayap usahanya. Mulai dari cara konvensional seperti pembukaan kantor cabang di berbagai negara, hingga membuat program LEGO Certified Proffesionals, di mana berbagai orang dari berbagai belahan dunia dipilih untuk mendapatkan sertifikasi sebagai perakit LEGO profesional. Hingga saat ini, sudah ada dua belas orang yang tergabung ke dalam LEGO Certified Professionals, dan tentunya mereka adalah orang-orang yang berhasil memenuhi standar-standar tersendiri yang ditetapkan oleh pihak LEGO. Yuk mari kita cuplik dua dari kedua belas LEGO Certified Professionals.

Nathan Sawaya

Nathan Sawaya adalah lelaki asal Amerika yang terpilih sebagai salah satu perakit LEGO profesional. Nathan yang dulunya sempat menggeluti karier di bidang hukum sebagai pengacara korporat, akhirnya memutuskan untuk banting setir dan fokus di bidang seni. Ia mulai membuat karya dengan medium LEGO sejak tahun 2000. Pada tahun 2007, ia secara resmi mengadakan tur pameran keliling dunia bertajuk “The World of Brick” yang sukses menarik perhatian pengunjung dari Amerika Utara, Asia, dan Australia.

Besarnya antusiasme dan kreativitas yang ia tuangkan dalam proses perakitan LEGO menjadikan Nathan sebagai satu-satunya orang di dunia yang memiliki gelar ganda sebagai LEGO Certified Professionals sekaligus LEGO Master Builder. Dengan menggabungkan konsep pop art serta surrealism dalam karyanya, Nathan kini sibuk berkarya di dua studio miliknya yang berlokasi di New York dan Los Angeles. Ia juga menciptakan sebuah proyek bernama “The Art Revolution Foundation” yang bertujuan untuk menjadikan seni sebagai prioritas baik dalam lingkungan sekolah, maupun lingkungan rumah masyarakat.

Sean Kenney

Selain Nathan Sawaya, Sean Kenney juga merupakan perakit LEGO profesional yang telah berkecimpung di bidang ini sejak sepuluh tahun lalu. Ia pernah mengadakan sebuah pameran bermedium LEGO berjudul “Nature Connects” yang sukses menuai berbagai penghargaan. Dalam proses pengkaryaannya, Sean membayangkan dirinya sebagai anak kecil yang dapat memberikan jiwa dan kehidupan ke dalam sebuah rakitan LEGO. Ia juga sering menyelipkan unsur humor atau sebuah anekdot ke dalam karyanya.

Pendekatan ‘jiwa kanak-kanak’ yang Sean miliki terlihat sangat wajar mengingat Sean juga pernah menerbitkan delapan buah buku anak-anak yang tembus ke dalam kategori best-seller. Selain itu, jika ada yang bertanya tentang umurnya, Sean akan menanggapinya dengan candaan, “Umurku masih dua belas tahun.” Kini Sean masih aktif berkarya dan berdomisili di Brooklyn, New York.

Dilihat dari tingkat keseriusan Nathan dan Sean dalam merakit potongan-potongan LEGO, kira-kira berapa ya jumlah potongan LEGO yang mereka miliki?

Jawabannya adalah 2,5 juta untuk Nathan; dan 5 juta untuk Sean. Luar biasa, bukan?

Sumber terkait : startribune.com, seankenney.com, artrevolution, nathansawaya.com, lego


A.Astari

Seorang ilustrator yang mencoba untuk mengisi kekosongan di antara gagasan dan kata-kata dengan membuat ilustrasi, dimana ketiganya memiliki porsi yang sama-sama penting.

Artikel-artikel terkait