Awalnya, nama Masako Wakamiya bukanlah siapa-siapa. Wanita ini tak ubahnya seperti lansia lain di negara Jepang. Sehari-harinya menghabiskan waktu di rumah. Namun, siapa sangka kalau Masako adalah sosok luar biasa yang bisa menghasilkan aplikasi untuk iPhone di usianya yang sudah sepuh, mencapai 81 tahun.

Masako Wakamiya, developer iOS inspiratif, Membuat Aplikasi di Usia 81 Tahun

Masako dikenal luas sebagai developer aplikasi iOS bernama Hinadan. Aplikasi ini dibangunnya berdasarkan festival tradisional di Jepang, Hinamatsuri. Lewat aplikasi tersebut, para pengguna iPhone akan diajak turut merayakan festival tersebut. Caranya, dengan mendekorasi boneka dan menempatkannya dalam posisi yang tepat.

Sosok Masako pun memperlihatkan kalau menjadi seorang developer tidak harus berlatar belakang ahli teknologi. Selain itu, developer aplikasi juga tidak dibatasi oleh usia. Dengan kemauan yang keras, semua orang bisa menjadi developer aplikasi. Pengalamannya adalah bukti otentik.

Cerita singkat tentang Masako Wakamiya. Video oleh Aj World.

Masako sama sekali tidak memiliki latar belakang di dunia teknologi. Dia adalah pensiunan pegawai bank. Saat pensiun di usia 60 tahun, dia sering meminta kepada para developer untuk meluncurkan aplikasi permainan yang ditujukan untuk lansia. Namun, tidak ada yang menanggapi permintaannya tersebut.

Dari situ, Masako pun berniat untuk memenuhi keinginannya itu sendiri. Dia belajar pemrograman dasar dan bagaimana cara membuat aplikasi di usia yang sudah lanjut. Hanya saja, perjuangannya untuk membuat aplikasi sangat sulit. Apalagi, dia bukanlah seorang yang mahir di bidang teknologi.

Masako Wakamiya Berjumpa dengan Tim Cook. Video oleh Tarosite.net.

Apalagi, saat itu merupakan tahun 1990-an. Saat kondisi teknologi tidak seperti sekarang. Bahkan, Masako pun memiliki kesulitan dalam menggunakan internet. Buktinya, dia butuh waktu sekitar 3 bulan untuk menata komputernya dan akhirnya bisa berselancar di internet. Selain itu, jangan dibayangkan kecepatan internet di tahun 1990-an sama dengan kecepatan saat ini.

Dalam membantunya belajar komputer, Masako bergabung dengan komunitas bernama Silver Club. Di situ, dia memperoleh pengetahuan cara menggunakan internet bagi para lansia. Dia pun menemukan banyak orang yang menarik di sana. Hal ini tentu saja sangat membahagiakan, apalagi bagi Masako yang tinggal sendiri.

Sejak itu, Masako pun mulai memulai jalur karier barunya sebagai seorang developer aplikasi. Hinadan saat ini menjadi aplikasi yang cukup populer di kalangan lansia Jepang. Buktinya, telah ada sebanyak lebih dari 42 ribu kali pengunduhan aplikasi tersebut.

Selain membuat aplikasi, Masako juga membuka kelas blogging dan komputer berbahasa Inggris dan Jepang. Di waktu yang sama, dia juga berniat untuk terus meluncurkan aplikasi baru. Apalagi, saat ini Masako mengatakan kalau inspirasi terus berdatangan. Hinadan telah menjadi aplikasi pertamanya, dan tidak akan menjadi aplikasi terakhirnya.

Sumber : Trtworld, DNAindia, JakartaPost, Tarosite.net, Aj World.

 


I.Baihaki

Penulis yang masih belajar menulis dengan benar dan masih setia dengan dua ponsel Nokia jadul.

Artikel-artikel terkait