Apakah kamu ingat? gempa saat itu, 27 mei 2006, yang menghancurkan Jogja dan sekitarnya? Ada satu daerah, Ngelepen, yang karena lokasinya dibukit mengalami kehancuran terbesar dibanding wilayah lain pada saat itu. Melihat kondisi tersebut, LSM WANGO (World Association of Non-Governmental Organization) dan Domes for the World Foundation (DFTW) menawarkan bantuan, rekonstruksi rumah tahan gempa dengan membangun Rumah Dome atau kerap kita kenal, Rumah teletubbies.

10 bulan kemudian dari kejadian gempa tersebut, pembangunan komplek Rumah Dome atau Kubah untuk relokasi warga di Ngelepen, Dusun Sengir, pun dimulai. Desa ini dari 80 Domes membawa rumah baru untuk 71 keluarga, air bersih, sekolah, masjiid dan klinik medis. Lebih dari 370 pekerja lokal yang bekerja dalam pembangunan, yang diselesaikan dalam waktu kurang dari enam bulan.

Selain designnya menarik wilayah ini sekarang kerap dijadikan tempat wisata. Selain Dome dibuat untuk bisa menahan gempa, ternyata proses pembuatannya ramah lingkungan. Rumah kubah di Ngelepen adalah satu-satunya kompleks Rumah Dome di Indonesia, bahkan di Asia. Di dunia hanya ada lima negara yang memiliki kompleks Rumah Dome, yakni India, Nikaragua, Haiti, Paraguay, dan Indonesia. Saat ini, orang yang tinggal di rumah Dome menyebut kompleks perumahan mereka New Nglepen Village.

Sumber : dftw.org, monolithic.org


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait