Musik tidak sekadar hiburan. Bagi seorang Nigel Stanford, sang komposer aliran musik Ambient dan New Age dari New Zealand, musik juga bisa menjadi sarana untuk lebih dekat dengan ilmu pengetahuan. Hal itu diperlihatkannya dalah sebuah video dari Stanford yang dibuatnya pada tahun 2014 berjudul Cymatics. Klip video tersebut memperlihatkan bagaimana cara unik dari Stanford memperlihatkan korelasi antara musik dengan ilmu pengetahuan. Terutama mengenai bentuk gelombang suara musik yang bisa dilihat secara langsung oleh mata.

scienceversusmusicMenariknya lagi, dalam sebuah wawancara dengan Dezeen, Stanford mengungkapkan kalau musik pada video klipnya itu dibuat secara terbalik. Alih-alih terlebih dulu menuliskan musik, Standford memilih untuk mengetahui efek dari masing-masing suara. Ide pembuatan video klip Cymatics ini memang bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana penampilan suara musik dalam elemen visual. Hasilnya cukup menarik. Terlebih, Standford menggunakan berbagai elemen untuk bisa memperlihatkan korelasi yang diinginkannya itu.

Pertama, Standford memanfaatkan pola resonansi Chladni. Caranya, dengan menggunakan sebuah pelat besi dengan butiran pasir di atasnya. Pada saat pelat tersebut dihubungkan dengan speaker, maka akan terlihat pola-pola unik yang terbentuk dari butiran pasir. Pola-pola ini berubah seiring dengan perubahan frekuensi musik. Dari percobaan yang dilakukannya, akhirnya terdapat empat frekuensi yang memiliki pola terbaik, yakni 657Hz, 1565Hz, 932Hz, dan terakhir adalah 3592Hz.

Selanjutnya, Stanford juga menggunakan cairan sebagai visualisasi gelombang suara. Cairan yang pertama adalah cairan besi magnetik yang akan memperlihatkan pola unik saat dihubungkan dengan speaker. Selanjutnya, Stanford memakai aliran air dalam selang yang terhubung dengan suara drum. Hasilnya menarik, aliran air yang keluar dari selang bisa berbentuk spiral sebagai respons terhadap getaran suara.

Elemen api juga digunakan oleh Stanford dalam memvisualisasikan gelombang musik. Kali ini, dia menggunakan sebuah tabung yang berisi gas mudah terbakar dan terhubung dengan speaker. Tabung ini memiliki lubang-lubang kecil pada bagian atasnya. Dan, setiap muncul dentuman suara, api yang keluar dari lubang tersebut akan membentuk efek yang menarik, nampak seperti representasi sebuah gelombang yang punya bukit dan lembah.

Di akhir penampilannya pada video klip Cymatics, Stanford menggunakan baju Faraday yang berfungsi untuk melindunginya dari medan listrik. Di dekatnya, nampak sebuah generator Tesla yang secara kontinyu menembahkan kilatan listrik kepadanya. Berkat penggunaan baju Faraday, Stanford bisa aman terlindung dari sengatan listrik dan bisa menimbulkan efek konduksi listrik unik.

Untuk info lebih lanjut tentang behind the scenes bisa merujuk ke link ini.

Stanford memang selalu memiliki ide untuk untuk bisa mengkreasikan visi musiknya. Dalam sebuah video klip lainnya yang diunggah Stanford di YouTube, terlihat bagaimana dia menggunakan aurora sebagai bahan untuk membuat musik. Hasilnya sungguh menarik, di mana suara musik dari Stanford terdengar sangat padu padan dengan aurora yang tengah berlangsung.

Sumber : nigelstanford , deezen.com


I.Baihaki

Penulis yang masih belajar menulis dengan benar dan masih setia dengan dua ponsel Nokia jadul.

Artikel-artikel terkait