Showpo, sebuah layanan ecommerce online asal Australia sempat membuat gempar netizen dari berbagai belahan dunia. Kehebohan itu muncul karena adanya sebuah video yang memperlihatkan baju unik dan canggih yang bisa berganti warna secara otomatis!!

Keren, kan?

Namun, siapa sangka. Baju yang bisa berganti warna pada video tersebut hanyalah tipuan belaka. Hal ini pun telah dijelaskan oleh pihak Showpo, terutama setelah video yang mereka unggah tersebut menjadi viral di internet. Dalam penjelasannya, Showpo mengungkapkan kalau mereka benar-benar menginginkan teknologi tersebut bisa menjadi kenyataan. Dalam video tersebut, mereka mengatakan kalau teknologi seperti ini bukanlah teknologi yang mustahil. Oleh karena itu, mereka berharap agar video ini bisa menjadi motivasi agar para pengguna internet, khususnya yang berasal dari Australia, menempuh pendidikan di jurusan STEM (science, technology, engineering, and mathematics).

Dari sini, tentu muncul pertanyaan besar. Apakah baju canggih yang bisa berganti warna seperti yang diperlihatkan oleh Showpo bisa diwujudkan menjadi kenyataan? Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu perlu menengok ke belakang, terutama pada sebuah proyek yang tengah dikembangkan oleh Google yang berkolaborasi dengan Levi’s. Proyek ini bernama Project Jacquard.

Project Jacquard bisa jadi merupakan awal mula keberadaan teknologi baju yang bisa berganti warna. Terlebih, dalam proyek ini, Google dan Levi’s bertujuan untuk membuat sebuah baju yang memiliki kemampuan canggih dan bisa berfungsi seperti halnya layar sentuh yang biasa dijumpai pada smartphone.  Dalam video teaser yang telah dipublikasikan, nampak diperlihatkan bagaimana kecanggihan dari teknologi ini. Berbagai hal pun bisa dilakukan dengan memakai jaket yang terbuat dari kain berteknologi Jacquard. Mulai dari mendengarkan musik, melakukan panggilan telepon, sarana navigasi, dan lain-lain. Hal ini memungkinkan dilakukan karena jaket pintar berteknologi Jacquard ini memiliki kemampuan untuk terhubung dengan smartphone. Jadi, tidak ubahnya seperti perangkat wearable.

Meski berteknologi canggih, jaket berteknologi Jacquard mempunyai penampilan tidak ubahnya seperti jaket denim biasa. Bahkan, jaket canggih ini bisa pula dicuci dengan menggunakan air. Kamu tidak perlu khawatir kalau jaket ini bakal korslet pada saat terendam air. Semua perangkat elektronik yang menjadi otak dari jaket pintar ini tersimpan dalam smart tag yang bisa dilepas. Pada saat mencuci jaket, kamu hanya tinggal melepas smart tag tersebut.

Dengan kemampuan seperti itu, tidak heran kalau menyebut teknologi Jacquard sebagai cikal bakal dari keberadaan baju canggih yang bisa berganti warna. Meski untuk menuju ke arah tersebut, perlu waktu yang cukup panjang. Terlebih, hingga saat ini pengembangan teknologi Jacquard yang dilakukan oleh Google dan Levi’s masih belum ada berita terbarunya.

Dalam situs resmi Jacquard, baik pihak Google ataupun Levi’s belum memberikan update terbaru terkait progres teknologi canggih ini. Meski begitu, semoga saja kelangsungan proyek ini masih bisa berlanjut. Seperti diketahui, proyek inovatif yang dilakukan oleh Google tidak selalu berujung dengan sukses. Contohnya adalah terkait penghentian proyek smartphone modular Ara yang diumumkan Google pada September lalu.

Sumber : finder.com.au, atap.google.com/jacquardsciencealert.com


I.Baihaki

Penulis yang masih belajar menulis dengan benar dan masih setia dengan dua ponsel Nokia jadul.

Artikel-artikel terkait