Teknologi computer generated imageri (CGI) kerap digunakan untuk pembuatan film-film Hollywood. Dengan menggunakan teknologi ini, para aktor dan aktris pun bisa melakukan berbagai hal yang terlihat berbahaya dengan aman. Misalnya, terlihat tengah terjun ke jurang, padahal proses pengambilan gambar dilakukan di dalam studio.

Bicara tentang teknologi CGI, ada sebuah kreasi mengagumkan yang dibuat oleh pasangan suami istri dari Jepang bernama Teruyuki dan Yuki Ishikawa. Keduanya berhasil membuat seorang gadis sekolah dari teknologi CGI. Menariknya, penampilan gadis tersebut sangat realistis.

Gadis SMA tersebut diberi nama Saya oleh pasangan Teruyuki dan Yuki Ishikawa. Melihat penampilannya pertama kali, setiap orang pun bakal terkesima dengan kecantikan Saya. Bahkan, banyak yang menganggap kalau Saya adalah sosok gadis Jepang di dunia nyata. Hal itu mereka buktikan setelah memosting gambar Saya ke internet.

Pasangan suami istri yang sama-sama bekerja sebagai ahli grafis 3D freelance tersebut sengaja memosting foto Saya ke internet untuk melihat respons para netizen. Hasilnya, foto tersebut telah diposting ulang hingga ribuan kali oleh netizen dari berbagai penjuru dunia. Mereka pun mempertanyakan keaslian foto tersebut, apakah benar-benar gadis nyata atau rekaan?

Hal tersebut pun menjadi bukti betapa ultrarealistis kreasi CGI pasangan Teruyuki dan Yuki Ishikawa ini. Dalam penampilannya, Saya dibuat memiliki wajah yang cantik dengan mata sipit. Rambutnya sengaja dibuat pendek, tidak sampai ke bahu. Menariknya, Saya dibuat oleh pasangan suami istri ini di tengah waktu luangnya menyelesaikan proyek pekerjaan.

Meski begitu, Ishikawa mengungkapkan kalau dirinya cukup serius dalam menggarap kreasi Saya ini. Buktinya, pasangan ini berencana untuk membuat film dengan tokoh utama gadis sekolah Jepang tersebut. Hanya saja, mereka masih belum memperkenalkan tokoh pendamping yang bakal bermain bersama Saya.

Tidak tanggung-tanggung! Saya pun ikut kompetisi Japan’S Miss iD Beauty Pageant, walaupun dirinya terbuat oleh CGI, bersama 82 finalis lainnya. Video oleh Vocativ.

Sebagai tambahan, mereka telah menyediakan armor dan beberapa perlengkapan untuk proyek pembuatan film Saya ini. Ishikawa mengatakan, mereka berniat untuk menyelesaikan proyek film ini sebaik-baiknya. Meski, pasangan ini mengatakan kalau proses pembuatan Saya sangatlah merepotkan.

Kepada Kotaku, Ishikawa mengungkapkan kalau hal yang paling sulit dalam proses pembuatan Saya adalah menampilkan kulit yang lembut dan bersih. Keduanya pun berharap agar bisa memperbaiki penampilan Saya, terutama pada bagian kulit dan rambut.

Dalam proses pembuatannya, pasangan Ishikawa memakai berbagai aplikasi desain 3D modeling, termasuk di antaranya adalah Matya. Aplikasi ini dikenal sebagai software yang sering digunakan untuk menghasilkan efek dalam film-film.

Cukup menarik untuk melihat bagaimana aksi Saya dalam film yang bakal dibuat oleh pasangan Ishikawa ini. Apalagi, penampilannya bakal diperbaiki dengan upgrade armor. Sayangnya, tidak ada kejelasan secara pasti, kapan film tersebut akan selesai dibuat dan mulai ditayangkan. Kita tunggu saja, ya..

Sumber : TheNextWebVocativ, Telyuka


I.Baihaki

Penulis yang masih belajar menulis dengan benar dan masih setia dengan dua ponsel Nokia jadul.

Artikel-artikel terkait