Menggambar lewat media kertas memang memiliki sensasi berbeda jika dibandingkan menggunakan media elektronik. Menggores pensil di atas permukaan kertas terkadang memberikan kenyamanan lebih. Sejatinya, mengubah hasil gambar yang dibuat menggunakan kertas menjadi file digital tidak terlalu sulit. Tinggal melakukan scan, maka gambar tersebut pun sudah bisa diedit atau secara langsung diunggah ke internet.

Namun, bagaimana kalau kamu bisa melakukan kedua hal tersebut dalam satu waktu? Menggambar di kertas dan secara langsung menengok hasilnya di komputer.

Itulah yang ditawarkan oleh The Slate dari iSKN dan The Bamboo Slate milik Wacom. Kedua alat ini memang menawarkan kemampuan yang serupa. Sama-sama memberikan sarana untuk bisa menggambar ataupun melukis di dua media dalam satu waktu.

The Slate iSKN

The Slate iSKN ini memberikan sarana menggambar yang interaktif. Kamu bisa secara langsung menengok hasil kreasi kamu, baik di layar kertas sekaligus layar komputer. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan berbagai jenis pensil atau pena untuk menggambar menggunakan The Slate iSKN ini.

Pihak iSKN menyediakan pena yang juga berfungsi sebagai stylus. Kalau mau, kamu juga bisa mendapatkan perangkat tambahan berbentuk cincin yang memungkinkan untuk pemakaian berbagai jenis pensil sebagai alat untuk menggambar di The Slate. Tersedia ukuran kecil dan medium.

Tingkat akurasi dari alat ini pun cukup bagus, bahkan berkas gambar bisa disimpan dalam berbagai format. Mulai dari JPG, PNG, SVG, PSD, hingga MP4. Alat ini memang memungkinkan untuk memperlihatkan proses pembuatan gambar dalam bentuk video. Keren, kan?

Hanya saja, banyak yang mengaku terganggu dengan tingkat akurasi alat ini. Untuk mengoperasikan The Slate memang cukup merepotkan. Kamu harus menjauhkan diri dari berbagai peralatan yang di dalamnya terdapat magnet. Karena hal tersebut bakal berdampak pada kinerja alat ini.

iSKN The Slate ini sejatinya telah meluncurkan proyek crowdfunding pada tahun 2013. Hanya saja, perwujudan dari alat ini baru tersedia pada tahun 2015. Sempat mengalami beberapa permasalahan, mereka pun memberikan update The Slate terbaru yang diluncurkan pada bulan November 2016. Dipatok dengan banderol US$169.

The Bamboo Slate Wacom

Wacom pun tidak ketinggalan meluncurkan alat dengan fungsi serupa, bernama The Bamboo Slate, yaitu produk pengembangan dari Bamboo Spark. Alat ini tersedia dalam dua pilihan ukuran, yakni ukuran kertas A4 dan A5.

Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan layanan cloud Inkspace Basic dari Wacom yang memungkinkan Anda untuk menyimpan lebih dari 6000 file. Pada tiga bulan pertama, Anda memperoleh layanan Inkspace Plus secara gratis dengan kapasitas sebesar 50 GB. Ada pula fitur tambahan berupa kemampuan untuk mengubah sketasa menjadi file teks.

Tingkat akurasi pena/stylus Wacom sudah tidak perlu diragukan lagi. Hasil goresan stylus Wacom bisa mendeteksi tingkat tekanan yang diberikan oleh penggunanya. Hasil gambar digital pun akan nampak membedakan garis yang dibuat dengan tekanan tinggi atau sekadar garis ringan.

Namun, alat ini hanya dilengkapi dengan satu jenis pen stylus. Jadi, kamu hanya bisa menggambar dalam satu warna pada media kertas. Meski, bisa tetap menggunakan beragam warna untuk gambar yang tampil pada media digital.

Alat ini pun dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan The Slate dari iSKN, yakni sekisaran US$149,95. Wacom juga mengeluarkan produk serupa dengan Bamboo Slate yaitu Folio. Perbedaannya Folio dengan Slate yaitu dari segi tampilan dimana Folio mempunyai hardcover layaknya buku organizer.

Sumber : theverge.comiskn.co, trustedreviews.com, Brad Colbow , wacom.com, slashgear.com, wacom europe, iskn


I.Baihaki

Penulis yang masih belajar menulis dengan benar dan masih setia dengan dua ponsel Nokia jadul.

Artikel-artikel terkait