Banyak perubahan dalam hidup ini yang kadang datang tanpa ba-bi-bu. Suka tidak suka, kita diharuskan untuk beradaptasi dengan kehadirannya. Hal yang sama juga terjadi pada Sri Lestari (44) pada dua puluh tahun lalu. Sebuah kecelakaan motor yang ia alami pada tahun 1997 membuat ia menjadi paraplegia, yaitu seseorang yang mengalami penurunan motorik atau fungsi sensorik gerak tubuh. Kendati demikian, predikat paraplegia yang dimiliki oleh wanita asal Klaten ini tak kemudian menyurutkan semangatnya, dan malah membuat Sri mampu membagikan kebaikan bagi banyak orang.

Semua kebaikan tersebut pastinya tak terjadi dengan mudah. Selama sepuluh tahun pertama setelah mengalami kecelakaan, Sri lebih banyak berdiam diri di rumah dan mengandalkan bantuan orang lain dalam melakukan banyak kegiatan. Misalnya untuk berpindah tempat, ia harus digotong oleh anggota keluarganya, atau saat dibonceng naik motor ia perlu diikat di bagian kaki. Dalam masa-masa diam di rumah tersebut, Sri pun mengisi waktunya dengan membuat karya seni kristik.

A post shared by Sri Lestari (@srilestari_klaten) on

Tahun 2007 adalah awal mula hal-hal yang lebih positif terjadi dalam hidup Sri. UCP Wheels for Humanity Indonesia—sebuah organisasi internasional yang mengadvokasi hak penyandang disabilitas di negara-negara berkembang—memberikannya sebuah kursi roda secara cuma-Cuma. “Hidup saya kembali saya rasakan indah, dan saya bagai terlahir kembali,” ujar Sri saat menggambarkan perasaannya kala menerima kursi roda tersebut.

Dengan kursi roda di tangan, Sri kemudian menjadi lebih mandiri dan mampu melakukan lebih banyak kegiatan yang bermanfaat. Ia aktif menjadi relawan, salah satunya sebagai pengajar sekolah anak tuna netra, serta relawan korban gempa yang menjadi penyandang cacat. Selain itu, Sri juga menjadi anggota lapangan UCP Indonesia dan Google Local Guide Indonesia.

Di samping aktif melakukan pekerjaan kemanusiaan, Sri juga membuat perubahan besar dalam hidupnya dengan memodifikasi sepeda motor yang digabungkan dengan gerobak besi. Kendaraan yang dimodifikasi di Bengkel “Bangkit” Karina Keuskupan Agung Semarang (KAS) tersebut amat membantu Sri dalam menjalani kehidupan, karena menurut pengalaman Sri, kendaraan umum di Indonesia sangat sulit untuk dinaiki oleh kaum paraplegia. Yang lebih hebat lagi, untuk menaiki motor tersebut Sri juga berjuang untuk memperoleh SIM lewat jalur reguler. “Motor inilah yang menjadi titik balik hidup saya,” ungkap Sri.

Kehidupan Sri tentunya juga penuh dengan banyak hal seru. Ia telah dua kali melakukan perjalanan panjang dengan sepeda motor miliknya dalam rangka road campaign. Pada tahun 2013 ia memulai perjalanan dari Monas, Jakarta menuju Ubud, Bali selama kurang lebih satu bulan, serta pada tahun 2014 dari titik nol Indonesia (Aceh) menuju Jakarta. Dalam road campaign tersebut, Sri ditemani oleh berbagai perkumpulan motor seperti Ikatan Motor Indonesia, Disabilitas Motor Club (DMC), TVS Motor Club (TMC), dan Motor Nusantara.

Selain melakukan perjalanan jauh, Sri juga mengisi waktu luangnya dengan berenang di laut dan berkemah di bukit. Aktivitas yang penuh warna tersebut kerap ia abadikan lewat akun Instagramnya, dan banyak menuai komentar positif dari para pengikut.

Pada tahun 2017, segala perjuangan hebat yang Sri lakukan selama ini berbuah apresiasi tak terduga dari Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia. Osama bin Muhammad Al-Shuaibi (Duta Besar Arab Saudi) tergerak saat melihat kegiatan kemanusiaan yang diabadikan dalam akun Instagram Sri, dan memutuskan untuk menghadiahi Sri naik haji gratis serta kursi roda dengan mesin yang lebih bagus.

Rencananya, pada tahun 2018 mendatang Sri dan kedua orang tuanya akan melaksanakan ibadah haji tersebut. Hadiah tersebut tentunya disambut oleh Sri dengan penuh rasa syukur dan senyum sumringah yang terabadikan dalam foto miliknya.

Sri berharap agar lebih banyak pihak, terutama orang Indonesia sadar akan keperluan penyandang disabilitas. Hal itu dapat dimulai dengan menyediakan lebih banyak fasilitas sederhana seperti tangga yang dapat dilewati oleh pengguna kursi roda, toilet khusus penyandang disabilitas, serta kendaraan umum yang memang benar ramah bagi teman-teman kita tersebut. Well, kesadaran tersebut pastinya akan membutuhkan waktu untuk diterapkan dengan matang di negeri ini, dan kehadiran Sri membuat kita satu langkah lebih maju dalam merealisasikan lebih banyak hal baik.

Sumber: Tempo, Kompas, CNNsrilestari_klaten

 


A.Astari

Seorang ilustrator yang mencoba untuk mengisi kekosongan di antara gagasan dan kata-kata dengan membuat ilustrasi, dimana ketiganya memiliki porsi yang sama-sama penting.

Artikel-artikel terkait