Tubuh manusia dapat dikatakan sebagai penemuan tercanggih yang ada di dunia ini. Dengan berbagai sistem organ yang ada di dalamnya, tubuh kita memiliki banyak sekali bagian dan sudut yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. Tak hanya meneliti; seorang pria berkebangsaan Cyprus-Australia bernama Stelarc telah melakukan berbagai eksplorasi dan eksperimen di beberapa bagian tubuhnya sejak lebih dari empat puluh tahun lalu. Pria berumur tujuh puluh tahun ini telah lama berkecimpung di dunia seni pertunjukan, teknologi dan menaruh fokusnya pada kegiatan eksplorasi bagian tubuh manusia melalui dirinya sendiri. Bilang saja menempatkan patung didalam tubuhnya, memasang kuping di tangan dan bahkan gelantungan dilangit dengan beberapa kail yang secara menyakitkan dipandang, Ia lakukan.

Setelah batasan text ini kami menghimbau untuk hati-hati dalam melihat gambar terkait dalam spoiler. Viewer Discretion is Advised.

Stelarc, atau nama lahirnya Stelios Arcadiou, telah menerima berbagai penghargaan bergengsi selama karirnya. Beberapa di antaranya adalah: Michael Cook Performance and Body Artist Award (2012) dan Australia Council’s Emerging and Experimental Arts Award (2015). Ia juga sempat menjabat sebagai kepala keanggotaan Performance Arts Digital Research Unit serta dosen tamu di The Nottingham Trent University, UK.

Salah satu karya  yang Stelarc tampilkan di awal kariernya adalah tubuhnya sendiri yang digantung dengan bantuan lusinan kait pada kulitnya. Ia bergantung di berbagai tempat seperti pantai, galeri seni, dan bahkan jalan raya. Seakan-akan hal tersebut masih kurang mencengangkan, Stelarc juga menghubungkan tubuhnya dengan berbagai mesin yang dapat membantunya bergerak, serta sebuah amplifier yang mengeluarkan suara-suara unik dari kulit, jantung, dan ototnya pada saat ia bergantung.

Foto

Selain menggunakan teknik pesawat sederhana dalam pertunjukannya, Stelarc juga memanfaatkan teknologi mesin. Salah satu karyanya yang menggunakan mesin berjudul “Muscle Machine”. Sebuah robot berkaki enam dengan diameter lima meter tersebut merupakan perpaduan antara teknologi mesin dan kekuatan manusia. Ketika seseorang mengenakan mesin tersebut dan mengangkat sebelah kakinya, maka tiga kaki robot akan ikut terangkat.

Foto

Ada satu karya Stelarc yang membuat dirinya semakin terkenal ke seluruh penjuru dunia. Karya tersebut berjudul “Ear on Arm”. Sesuai dengan judulnya, Stelarc memang secara harfiah menaruh sebuah telinga kiri tambahan pada lengan kirinya. Telinga tersebut tak hanya sekedar ditaruh, namun juga dapat menyalurkan suara. Karya ini membutuhkan dua kali operasi, dan pada operasi kedua, sebuah mikrofon kecil berhasil ditanamkan ke dalam telinga tersebut, serta mampu menyalurkan suara dengan baik. Sayangnya, beberapa saat setelah ditanam, mikrofon tersebut menimbulkan infeksi serius, dan harus dikeluarkan.

Foto

Selain beberapa karya di atas, seniman tersebut juga telah berhasil membuat tiga buah film yang merekam organ dalam tubuhnya. Karya-karya Stelarc memang pantas untuk mendapat berbagai penghargaan karena ia berhasil menggabungkan teknologi dan kemampuan manusia untuk membentuk sebuah penemuan unik. Sebenarnya masih banyak karya lainnya seperti tempo lalu memasukan patung kedalam perut, semua bisa diliat disini.

Video tentang Stelarc dari Motherboard

Cukup ekstrim, karya dari Stelarc membuat kita terkagum, kaget dan terheran-heran kenapa bisa segitu jauhnya eksplor tubuh manusia terutama dari dirinya sendiri. Berdasarkan wawancara Stelarc dengan Stanford, Menurutnya tubuh manusia adalah wujud evolusi, impersonal, dan struktur yang objektif. Beliau percaya bahwa manusia tidak cukup bereksperimen dan eksplorasi dengan diri sendiri ataupun secara sosial. Menurutnya manusia masih terlalu terpaku dengan sudut pandang subjektif melalui norma yang ada dan sering didefinisikan ulang setiap saat, membuat ruang eksplorasi jadi kurang luas, penuh dilema dan tertutup. Padahal menurutnya manusia sebenarnya sudah sering melakukan eksperimen secara langsung terutama dalam segi kedokteran.

Well of course one shouldn’t consider the body or the human species as possessing a kind of absolute nature. The desire to locate the self simply within a particular biological body is no longer meaningful. What it means to be human is being constantly redefined. For me, this is not a dilemma at all. – Stelarc

Yes, of course, if you are sitting there with a heart pacemaker and an artificial hip and something to augment your liver and kidney functions, would I consider you less human? To be quite honest, most of your body might be made of mechanical, silicon, or chip parts and you behave in a socially acceptable way, you respond to me in a human-like fashion, to me that would make you a kind of human subject. – Stelarc

Hingga kini, Stelarc masih sibuk dan terus melanjutkan risetnya di Curtin University, Australia. Mari kita tunggu bagaimana wujud karya-karyanya di masa depan nanti yang semakin menakjubkan dan ekstrim sekalipun! Konon mulai eksperimen dengan Virtual Reality dan lainnya.

Sumber : creativespace.cci.port.ac.uk, wired.com, scottliveseygalleries.com, stelarc.org


A.Astari

Seorang ilustrator yang mencoba untuk mengisi kekosongan di antara gagasan dan kata-kata dengan membuat ilustrasi, dimana ketiganya memiliki porsi yang sama-sama penting.

Artikel-artikel terkait