Air merupakan material penting bagi pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Namun, tidak berlaku bagi dua mahasiswa lulusan jurusan teknik mesin dari George Mason University, Virginia, Viet Tran dan Seth Robertson. Pasalnya mereka mengembangkan sebuah alat yang dapat memadamkan api hanya dengan suara, dengan gelombang suara frekuensi rendah yang tidak dapat didengar manusia. Alat ini juga lebih praktis daripada alat pemadam yang lama dengan perangkat lebih kecil.

Alat ini juga memadam api dengan cepat daripada air maupun busa. Hal ini diduga bekerja dengan meningkatkan kecepatan partikel dalam tabung suara dan di sekitar api, sehingga mengurangi luas permukaan udara di mana api berkobar. Sehingga api pun cepat mereda.

Ide tersebut muncul dengan menggunakan gelombang suara yang rendah dengan gelombang suara mekanik, karena gelombang suara yang tinggi membuat api semakin berkobar. Frekuensi rendah tersebut dipilih dengan cakupan frekuensi antara 30 sampai 60 hertz yang dapat meniup api. Tentu saja, meski menggunakan suara, hal tersebut tidak membuat bising telinga, karena frekuensinya sangat rendah.

Alat yang mereka kembangkan ini ditaksir akan berpotensi revolusioner, karena teknologi tersebut dibutuhkan pada masa depan pemadam kebakaran nanti. Pemborosan air pun dapat teratasi, mengingat kita tidak akan membutuhkan air untuk memadamkan api.Saat ini Viet Tran dan Seth Robertson, memegang permohonan hak paten awal pada perangkatnya dan sedang mengembangkan lebih jauh lagi alat pemadam api yang menggunakan suara ini.

Sumber : openculture, independent.co.uk


Qiqi

Seorang perempuan yang senang menari-nari mengikuti lantunan irama musik di bawah langit bersama seorang pena.

Artikel-artikel terkait