Biola menjadi salah satu jenis alat musik gesek yang selalu menggunakan empat senar sebagai sarana menimbulkan suara. Namun, bagaimana kalau sebuah biola hadir tanpa senar? Perkenalkan sebuah produk DIY dari Martin Molin yang bernama Wintergatan Modulin atau violin modular atau biola modular.

Biola hasil kreasi Martin Molin ini memang jauh berbeda dengan biola lain. Produk DIY Martin Molin pun mengingatkan kita pada kreasi terdahulunya, yakni sebuah alat musik yang menggunakan 2.000 kelereng sebagai sumber tenaganya. Pada kreasinya ini, Molin menggabungkan antara sebuah biola dengan synthesizer modular.

Penampilan Modulin ini pun tidak kalah uniknya dibandingkan music box-nya yang bernama Wintergatan Machine Marble. Bahkan, penampilan Modulin ini jauh berbeda dibandingkan dengan sebuah biola biasa. Bahkan, tidak ada senar. Sebagai gantinya, alat ini memiliki bagian yang disebut sebagai ribbon controller untuk mengeluarkan bunyi.

Modulin menggunakan Synthesizer Modular

Sebagai pelengkap, Modulin menggunakan synthesizer yang umumnya ditemui pada alat musik elektronik, seperti keyboard. Dengan berbekal synthesizer modular tersebut, Modulin pun bisa menimbulkan berbagai jenis suara. Tidak kalah dibandingkan biola biasa yang mampu menghasilkan berbagai jenis nada.

Ribbon controller pada Modulin berguna untuk mengeluarkan suara dengan nada yang diinginkan. Di sini, kamu bisa melakukannya dengan berbagai cara. Termasuk di antaranya adalah memberikan tekanan atau menggeser posisi tangan. Selain itu, terdapat pula tombol pemutar volume yang bisa dioperasikan dengan tangan kiri untuk mengatur besar kecil suara. Ada pula tombol pemutar lain di sebelah volume yang berperan mengatur pitch suara.

Modulin membubuhkan control gate yang bertugas untuk menghubungkan antara ribbon controller dengan synthesizer modular . Lewat synthesizer ini lah, kamu bisa memunculkan suara yang bisa didengar telinga. Seperti halnya synthesizer lain, bagian dari Modulin ini dilengkapi dengan berbagai jenis kontrol.

Modulin menggunakan low-frequency oscillation (LFO) yang merupakan sinyal elektronik dengan frekeuensi rendah (di bawah 20 Hz) untuk menghasilkan gelombang yang memiliki ritme.  Kontrol yang digunakan Modulin pada perangkat ini disebutnya dengan nama ADSR (attack, decay, sustain, dan release). Penamaan tersebut merepresentasikan pada envelope gelombang yang dihasilkan masing-masing suara.

Menariknya lagi, synthesizer pada Modulin dibangun berdasarkan sistem A100 yang dikembangkan oleh Doepfer. Di dalamnya, terdapat 10 jenis modul yang bisa dipakai untuk menghasilkan berbagai jenis efek. Termasuk di antaranya adalah efek portamento, memunculkan empat jenis gelombang, dan lain-lain. Kalau digunakan secara kombinasi, Modulin pun memiliki potensi menghasilkan suara yang tak terbatas.

Hanya saja, alat ini tentu saja membutuhkan sentuhan akhir sehingga bisa terlihat menarik di mata. Dengan sentuhan akhir sedikit saja, akan cukup menarik untuk melihat bagaimana Modulin digunakan oleh para musisi dari berbagai negara.

Sumber : Wintergatan Youtube


I.Baihaki

Penulis yang masih belajar menulis dengan benar dan masih setia dengan dua ponsel Nokia jadul.

Artikel-artikel terkait