Saat berwisata ke Bali pastinya kamu akan menikmati keindahan beranekaragam pantai yang tersebar di pulau dewata, sebut saja ada pantai Nusa Dua, Dreamland, Geger, Nyang Nyang, Bias Tugal, dan masih banyak lainnya. Tidak cuma pesona pantai, Bali mempunyai empat danau yang patut dikunjungi. Namun untuk kesempatan kali ini hanya bisa membahas tiga dari empat danau, dimana ketiga danau tersebut lokasinya berdekatan yaitu danau Beratan, Buyan dan Tamblingan.

Lokasinya cukup jauh untuk ditempuh, untuk berkunjung  tiga danau ini akan memakan waktu sekiranya satu sampai dua jam dari kota Denpasar. Dari jalan raya Denpasar tinggal lurus saja ke arah kecamatan Baturiti, wilayah Bedugul. Ketiga danau ini dekat  dengan Kebun Raya Bali dan Gunung Bratan. Sangat cocok apabila kamu ingin ke kota Singaraja untuk singgah ketiga danau ini terlebih dahulu.

Danau Tamblingan

Kenapa Danau Tamblingan sebagai lokasi pertama yang dikunjungi? Karena tempat ini sangat cocok disinggah di pagi hari. Danau Tamblingan adalah danau yang asri nan alami karena merupakan objek wisata alam. Disini kita bisa lihat ada perahu-perahu kecil milik penduduk. Dan kabut masih tebal menyelimuti daerah danau dan sekitarnya.

Danau Tamblingan disengaja tidak dibuat sebagai tempat parawisata modern karena memiliki banyak nilai historis, dijaga turun temurun dan memiliki sejarah yang cukup mistis. Tercatat ada 11 pura yang masih dirawat dan tersebar disekitar danau Tamblingan. Disatu sisi Tamblingan memiliki dongeng tersendiri terkait dengan namanya sendiri. Tamblingan terdiri dari dua kata dalam bahasa Bali yaitu Tamba berarti obat dan Elingang berarti ingat atau kemampuan spiritual.

Ternyata, dijaman dahulu kala, penduduk-penduduk desa sekitar danau Tamblingan pernah terkena wabah penyakit. Salah satu jalan keluarnya yang mereka lakukan yaitu mengutus seseorang yang disucikan untuk turun ke danau dan mengambil air untuk obat. Berkat doa dan kemampuan spiritualnya maka air itu kemudian jadi obat dan mampu menyembuhkan wabah untuk para penduduk setempat. Semenjak itu lokasi Danau Tamblingan dijaga kelestariannya guna mempertahankan kesucian danau.

Danau Buyan

Danau Buyan adalah lokasi kedua setelah danau Tamblingan. Danau ini kurang lebih seperti perpaduan antara Danau Tamblingan dan Beratan. Mengapa? Karena danau ini masih menyisihkan alam tetapi disatu sisi sedikit lebih komersil karena biasa dijadikan tempat kemah dan memancing. Di Danau Buyan terdapat  penginapan mini semacam hostel. Danau Buyan sama seperti perihal danau Tamblingan, dinobatkan menjadi objek Wisata Alam. Bagi kamu yang suka petualang sungguh cocok apabila ingin ke Danau Buyan.

Selain di Danau, didaerah sekitar Buyan memiliki cagar hutan. Danau Buyan bisa diadakan sebagai tempat ajang trekking untuk mengelilingi hutan tropis yang berhubungan dengan Danau Tamblingan, mengingat kedua tempat ini bertetangaan dibanding dengan Danau Bratan. Untuk aktifitas memancing di danau Buyan bisa sewa alat pancing dan beli umpannya langsung ditempat.

Perlu diingat bahwa jln.Raya Wanagiri, yang terletak lebih tinggi dari kedua danau Buyan dan Tamblingan, menyuguhkan tempat layak selfie, salah satunya Anjungan Wanagiri. Disepanjang jalan ini kita bisa menikmati tempat makan sembari melihat pemandangan kebawah yang sangat asri.

Danau Bratan

Lokasi Danau Bratan sedikit jauh dari kedua danau sebelumnya walau sebenarnya masih berdekatan. Danau Bratan lokasinya terletak di jln.Raya Bedugul dan tetangaan dengan Kebun Raya Bali. Sedangkan pada bagian timur danau Bratan terdapat gunung Catur.

Tempat ini layak dikunjungi karena indah dan sangat bersih. Tidak heran juga apabila danau ini  dinobatkan sebagai salah satu dari dua puluh danau tercantik sedunia oleh Huffingtonpost.

Dibandingkan dua danau sebelumnya, danau Bratan memiliki tempat pariwisata, komplek Pura Ulun Danu Beratan dan banyak aktifitas yang bisa dilakukan layaknya tourism. Di kawasan danau di fasilitasi dengan akomodasi yang memadai dari hostel sampai villa untuk para pengunjung.  Bagi kamu yang suka dengan wisata air, danau Beratan menyediakan permainan air dari parasailing sampai kano.

Di danau Bratan kita dapat mengunjungi sebuah pura iconic di komplek Pura Ulun Danu Bratan, yang sempat menghiasi ilustrasi lembaran rupiah lima puluh ribuan beberapa tahun sebelum digantikan dengan ilustrasi Taman Nasional Komodo. Namanya adalah Pura Lingga Petak.

Membahas tentang sejarah berdirinya Pura Ulun Danu Beratan berasal dari cerita-cerita masyarakat sekitar dan ditulis dalam Lontar Babad Mengwi. Cerita tersebut menjelaskan bahwa Sang raja wilayah Mengwi, Gusti Agung Putu, mengalami kekalahan perang melawan I Gusti Ngurah Batu Tumpeng. Setelah bertapa di Gunung Mangu, Gusti Agung Putu mendapatkan pencerahan dan kemudian mendirikan istana Belayu ( Bela Ayu ). Setelah itu ia menang dan untuk persembahan wujud sukur maka didirikan Pura Ulun Danu Beratan.

Daftar Pustaka : pulaubaliku.com, twisata.com, kebudayaan.kemdikbud.go.id

 


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait