Saat menjelajah di flickr, kebentulan menemukan foto-foto untuk penutup lubang got… di Jepang. Kok lucu? Kata hati seorang designer seperti diriku ini. Tampaknya menarik buat ditelusuri. Sayang saat di sana tidak bisa berburu banyak, jadi hanya ada beberapa foto-foto yang berhasil diambil di kota-kota yang saya lewati bersama rekan traveler lainnya.

Penutup lubang saluran air/got sudah ada sejak 2200 tahun yang lalu di Jepang, tapi mulai dibuat versi moderennya di jaman Meiji, sekitar permulaan abad 19, karena kedatangan kalangan cendikiawan dan insinyur dari negara-negara barat. Hanya saja bentuknya masih sangat sederhana; terbuat dari besi dengan berat 80 kg yang ditempa bulat datar.

Disekitar tahun 1965-an, mulailah insinyur-insinyur di Jepang yang belajar di negara-negara barat, bekerja sama untuk membuat tutup lubang got yang terbuat dari ductile cast iron (besi tempaan yang ulet dan bisa menahan beban berat). Jenis besi dengan beratnya 40kg ini lebih kuat, aman dan bergerigi agar tidak licin saat hujan.

Motif design dari Tokyo dan Nagoya dipakai di beberapa kota besar dari tahun 50-an sampai dengan tahun 70-an. Sedikit membosankan dan kurang mendapat perhatian masyarakat karena mahal jadi agak sulit untuk menerapkan konsep saluran air dan tutup lubang got jalanan di desa berkembang dan kota kecil.

Jadi *ahem* ceritanya begini: untuk menaikkan citra penutup lubang got dan menarik dukungan masyarakat, maka Yasutake Kameda, seorang pejabat di Kementerian, mengusulkan agar tiap pemerintah kotamadya memiliki design yang unik sesuai kota masing-masing dengan diadakannya lomba design tutup got antar kota di tahun 1986.

Sampai saat ini ada ribuan design di 1524 kota di Jepang. Motif-motif design seperti langit, awan, bintang, matahari, pemandangan, festival, laut, sungai, danau, binatang, tanaman, manusia, dan motif-motif geometris. Biasanya design tertentu bercerita dari kultur lokal, pop urban culture, cerita rakyat atau karakter daerah masing-masing dan sebagainya. Kalau ketemu motif tertentu, ada kemungkinan bisa tahu dari kota/daerah mana di Jepang karena unik banget dan berbeda dari 1 daerah/kota ke daerah/kota lain.

Tentu saja syarat utamanya adalah: motif gerigi di design tidak boleh ada yang licin dan harus anti-slip, design memiliki arti kultural dan unik, materi besi harus kuat disesuaikan dengan standar, tahan lama dan memenuhi standar instalasi keamanan.

Keunikan design tutup lubang got ini menarik perhatian masyarakat. Bukan hanya lokal saja, tapi juga pengunjung wisatawan dan pekerja ekspat yang mulai memperhatikan fenomena unik ini. Bahkan beberapa tutup lubang got sekarang ada yang diwarnai agar lebih menarik perhatian. Obsesi untuk tutup lubang got sampai mencapai level Otaku (おたく/オタク) dengan sebutan Manhōru (マンホール) Mania (マニア). Bayangkan, ada berbagai macam bentuk komunitas dan kultnya (!!).

  1. Manholes Cover by S.Morita (flickr)
  2. Buku Drainspotting, yang ditulis oleh Remo Camerota
  3. Komunitas foto di flickr Japanese Manhole Covers
  4. Museum Nagoya City Waterworks Sewerage Bureau
  5. Museum Shiga Prefectural Science of Water Environment
  6. Komunitas Nakata Manhole Art Tracing
  7. Buku-buku Manhole Quilting dari Shirley Macgregor
  8. Galeri foto-foto kerajinan Manhole Quilting oleh Helen Fujiki

Sumber: Japan Ground Manhole Association, Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism, Japan Sewage Work Agency, Journal of Sewage Monthly


101monkeymagic

Sesosok monyet yang menyukai coklat, kopi dan terkadang teh. Menyukai apa saja yang berbentuk fantasi dan sembari lalu berkelana.

Artikel-artikel terkait