L’Oiseau, wayang layang kreasi dari Prancis terpilih sebagai segmen pembukaan  festival seni tahunan ke-12 yang di selenggarakan oleh IFI(Institut Français d’Indonésie) berjudul ‘Printemps Francais’ 2016 di Plaza Senayan, tepatnya didepan restoran Union.

Les Remouleurs adalah kelompok teater kontemporer ternama asal dari Prancis, kembali ke Indonesia dan berkolaborasi dengan beberapa seniman Indonesia untuk pertunjukan dalam bentuk wayang, ilustrasi dan musik. Selama kurang lebih sejam, L’Oiseau sebesar  6 atau 7 meter ini, menyambut dan berdansa dengan para penonton sembari memberi himbauan tentang isu sosial lewat ilustrasi yang di proyeksikan ke badannya. Pertunjukan magis ini pun diiringi musik oleh duo asal Jogjakarta bernama Senyawa, Rully Shabara dan Wukir Suryadi, yang terkenal selalu maksimal dengan membawakan musik etnis kontemporer.

L’Oiseau yang dikendalikan 4 dalang ini menunjukan karya-karya lawas dari Heri Dono, Bob Marjinal, Gepeng Dewantoro, dan Gallia Vallet. Melalui dua overhead projector gambar tersebut semua diproyeksikan ke badan L’Oiseau. Dan uniknya lagi ada beberapa gambar yang digerakan, sehingga sayang apabila terluput dari bilik mata.

Tidak sedikit apresiasi yang selalu hadir terutama dalam membuat kreasi dan seni melalui pertunjukan, tentunya tidak bisa dipandang hanya sebatas menjalin kerja sama saja. Sehingga menjadi sebuah keindahan yang wajib disimak terutama dalam perihal, tidak ada batasan maupun aturan tetap dalam membuat kreasi.


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait