Sesuatu yang sangat kurang jika kamu berlibur di Bali tetapi tidak membawa oleh-oleh apapun dari sana, apalagi Bali itu salah satu surganya pusat perbelanjaan dan sangat ramai dikunjungi oleh para wisatawan baik asing ataupun lokal. Mereka yang berkunjung ke Bali pun terus meningkat, oleh karena itu dibangunlah pasar seni Guwang tepatnya di jl.Raya Guwang No.5. Pasar ini  diresmikan pada tanggal 27 November 2001 oleh Gubernur Bali dan difungsikan pada tahun 2002 guna mengantisipasi kepadatan ramainya Pasar Sukawati.

LOKASI KE PASAR SENI GUWANG SUKAWATI

Buat kamu yang sekitar daerah Gianyar, lokasinya sangat strategis, apalagi saat ingin menuju objek wisata Kintamani, Kuil Gajah, air terjun tegenungan, Obyek wisata Sangeh dan Pasar Seni Sukawati. Kamu bisa dengan mudah mampir ke pasar ini tanpa harus membuang banyak waktu karena jalurnya searah. Pasar Seni Guwang terletak sekitar 1-2 km ke arah selatan pasar Sukawati, akses ke pasar ini bisa melalui Ida Bagus Mantra. Dan untuk jarak tempuh kira-kira 45 menit dari ibu kota Denpasar.

KEUNGGULAN PASAR SENI GUWANG SUKAWATI

Di Pasar Seni Guwang Sukawati, pengunjung bisa mencari dan membeli dari pakaian anak-anak sampai orang dewasa, kaos barong, daster, anyaman, batik Bali, aksesoris, makanan ringan khas Bali, kerajinan kayu, dan lukisan khas Bali. Saya menyukai disini dibanding Pasar Seni Sukawati, karena menemui banyak pengrajin lokal dibanding tempat lain yang hanya menjadi perwakilan saja dalam menjual. Disatu sisi parkirannya luas, tidak ramai dan pasarnya overall bersih.

TENTANG PASAR SENI GUWANG, SUKAWATI

Pasar Seni Guwang buka dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore setiap hari. Mengenai harga, seperti pasar, harga ditentukan oleh tawar menawar antara penjual dan pembeli.  Pasar Seni Guwang juga dilengkapi dengan beberapa mesin ATM, sehingga mempermudah untuk belanja. Apabila masuk kedalam, maka terdapat pohon-pohon kamboja di area tengah pasar, sehingga pada saat lelah bisa beristirahat dengan suasana yang nyaman. Dan usahakan apabila berada disini, khususnya kamu yang ingin mencari atau melihat karya-karya seni khususnya lukisan, untuk mencari kebagian lorong-lorong.

Dilorong-lorong ini dipenuhi dengan berbagai macam lukisan dengan berbagai macam tipe. Mayoritas mengandung karya dengan elemen Hindu dan Jawa. Ada karya yang sudah dibungkus dan dibingkai secara apik, tetapi mayoritas dijual dengan kanvas saja.

Karya-karya seni yang dijual pun mayoritas berupa fan art dan reproduksi. Sempat bertanya, salah satu penjual  bercerita supaya bisa menulis nama didepan kanvas pun bukan hal yang mudah walaupun karyanya orisinil untuk dijual. Untuk mendapat ketentuan tersebut, sang seniman harus diakui dan setidaknya pameran begitu juga memiliki galeri supaya bisa menulis nama didepan karyanya.

Untuk masalah harga, ilustrasi seni yang dijual semuanya relatif murah. Dan ada juga beberapa karya yang menarik dan beda dari yang lain. Bahkan ada yang menggunakan cat dengan pigmen alami, sama halnya waktu saya temui lukisan tradisional “Kamasan” di Museum Bali.

Pasar Sukawati Guwang memang tempat yang tepat buat kamu yang ingin belanja seni dan barang lainnya tanpa harus kawatir akan kepadatan atau polemik pasar pada umumnya. Pasar Sukawati Guwang cukup sepi karena sebagai atraksi kedua setelah Pasar Seni Sukawati. Disini juga kamu bisa ngobrol dengan asyik dengan penduduk setempat.  Jangan lupa untuk berkunjung disekeliling Pasar Guwang karena di sepanjang jalan Raya Guwang, kamu bisa melihat deretan bengkel pemahat, toko seni dan galeri-galeri mini.

 


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait