Tercatat sekitar bulan September tahun 2015, National Museum of Singapore, kembali membuka “Singapore History Gallery” dengan tampilan baru. Galeri tersebut diperbarui dari berbagai macam grafik narasi dan fitur interaktif, menjelaskan cerita sejarah Singapura dalam 4 bagian, yaitu sejak 700 tahun yang lalu ke masa kolonial, paska perang, hingga menjadi negara yang kita ketahui sekarang.

Ketika masuk pertama kali, kita akan diajak untuk menjelajahi periode sekitar tahun 1299 hingga 1818. Ditemui berbagai macam artifak yang tercatat dalam sejarah sejak ribuan atau bahkan puluhan ribuan tahun lalu. Dibagian periode ini tercatat bahwa perdagangan Singapura berkembang maju pada abad ke-14. Dan nama Singapore dikenali dengan nama yang berbeda pada masa itu. Niaga Cina bernama Wang Dayuan dijuluki Danmaxi, dimana kala dalam sejarah kita sebagai orang melayu, dipanggil Singapura. Pada jaman tersebut Singapura menjadi tempat kumpul dan bertemu antar perdagangan keramik, kandang-kandang burung dan kayu merah/laka.  

Pada bagian kedua Singapura masuk ke era “Crown Colony” dari tahun 1819-1941. Sekitar abad 19, datang Sir Stamford Raffles ke Singapura. Bersama Major William Farquhar, mereka berdua membuat perjanjian dengan penduduk lokal Singapura untuk mendirikan pelabuhan perdagangan dibawah naungan Inggris untuk East India Company. Sir Stamford Raffles memberi perjanjian yang cukup menggiurkan yaitu, kapal apapun akan dipungut bebas bea cukai apabila berlabuh ke Singapura. Semenjak itu Singapura menjadi pusat perdagangan di Asia Tenggara menjelang tahun 1850an. Dan karena popularitas tersebut, banyak yang datang untuk berdagang dan menetap di Singapura. Mereka rata-rata berasal dari Indonesia, Cina, India dan beberapa negara Asia lainnya.

Selama 3 tahun periode tahun 1942-1945, Singapura mengalami guncangan terbesar dengan adanya kedatangan Koloni Jepang. Singapura pun perang untuk pertama kalinya dari awal bulan Desember tahun 1941. Masa peperangan selama kurang lebih tiga tahun, Singapura mengalami cobaan dari kekalahan Inggris kepada Jepang, kemudian Jepang menyerah kepada pihak sekutu pada tahun 1945. Pada jaman ini atau kerap dipanggil era ‘Syonan-To’ (Cahaya Selatan dalam bahasa Jepang), penduduk Singapura dijajah dengan tanpa belas kasihan.

Singapura diberikan pemerintahan sendiri oleh Inggris pada tahun 1959. Pada bulan September 1963, Singapura menjadi bagian dari Malaysia . Namun, tidak lama berlangsung karena perbedaan pendapat perihal  ekonomi dan politik. Lee Kan Yew, selaku Prime Minister atau perdana menteri pertama Singapura, memutuskan untuk lepas dari negara Malaysia. Semenjak tahun 1965, Singapura berdiri menjadi negara independen. Hingga sekarang Singapura menjadi negara multikultural  yang berkembang pesat dan modern.

Semua ini bisa dinikmati dengan interaktif. Jangan heran saat kita berada di dalam, mungkin  kamu bisa tersesat (seperti saya). Singapore History Gallery sangat amat luas! Berdasarkan info yang saya dapat dari gsm project, seluas 6990 m² atau kurang lebih seluas lapangan sepak bola!! Sekedar Info tentang National Museum Of Singapore, dengan sejarah yang membawa kita kembali ke tahun 1887, National Museum of Singapore adalah museum tertua di Singapura, dan salah satu ikon arsitektur kota.


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait