Banyak orang berpendapat, cat air adalah salah satu alat gambar yang seringkali memberikan hasil tak terduga. Apa yang dilihat oleh sang pelukis saat cat masih basah bisa jadi tak terlihat di waktu kering nanti. Menggunakan salah satu media karakteristik unik tersebut dan dikombinasikan dengan yang lain seperti pensil, Dira Amelia— seorang seniman muda asal Bandung —mampu menciptakan karya yang indah, hidup, juga kaya rasa.

A post shared by d. r. amelia🌊 (@diraamel) on

Tentunya karakteristik-karakteristik tersebut tak akan mampu digapai hanya dalam semalam. “Dari kecil saya selalu tertarik dengan menggambar dan melukis. Kurang lebih semenjak saya duduk di bangku sekolah dasar,” kenang Dira. Baginya, melukis bukanlah sekedar menggoreskan alat gambar ke atas kertas, “Lewat melukis, saya bisa berekspresi dengan bebas, mengungkapkan rasa yang tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata.”

Dira Amelia

Dalam melukis dan menggambar, Dira biasanya memakai media kanvas dan kertas. “Saya lebih suka menggunakan kertas dibandingkan kanvas. Selain praktis, kertas punya lebih banyak tekstur dan jenis yang bisa menghasilkan kesan tertentu pada karya saya.” Sedangkan saat ditanya mengenai objek lukis favoritnya, sebagian besar dari kita mungkin sudah dapat menebak jawaban Dira, “Saya selalu kagum sama wajah manusia. Human portrait itu punya karakter, rasa, dan cerita yang berbeda-beda, yang bisa saya tuangkan ke media visual,” jelasnya bersemangat.

A post shared by d. r. amelia🌊 (@diraamel) on

Berbekal media dan objek yang mendukung, Dira pun siap memulai proses melukisnya yang tergolong sangat pribadi. “Saat membuat karya seni, biasanya saya tenggelam dalam pikiran dan imajinasi saya, lalu menuangkan semuanya ke dalam kertas. Saya tidak terpaku pada langkah-langkah tertentu.”

Bagi Dira, hal terpenting dalam membuat sebuah karya adalah menikmati proses membuat karya itu sendiri. Hal tersebut sangat terlihat dalam karya-karya Dira yang sempat ia pamerkan di Titik Temu Space; Jl. Gatot Subroto Bandung, dengan tajuk pameran “The Silent Earth”.

A post shared by d. r. amelia🌊 (@diraamel) on

Terlihat di sebuah unggahan Instagram, Dira menampilkan dua buah karya miliknya yang dipamerkan dalam acara tersebut. “Dua karya ini aku buat sekitar akhir bulan Mei kemarin. Terlepas dari tematik karya, masing-masing punya cerita dan memori tersendiri sewaktu proses pembuatan. Mulai dari setiap garis yang aku buat, layer warnanya, semua bagiannya, punya rasa dan emosi yang ada waktu itu.” Acara yang bagi Dira merupakan pameran perdana tersebut membuatnya merasa diapresiasi lebih, sehingga ia siap untuk terus melangkah maju, terus berpetualang di dunia seni.

A post shared by d. r. amelia🌊 (@diraamel) on

A post shared by d. r. amelia🌊 (@diraamel) on

Di balik kecintaannya yang begitu mendalam terhadap kesenian, mungkin banyak orang tak menyangka bahwa penggemar warna cokelat yang satu ini tidak memiliki latar belakang pendidikan seni secara akademis. “Sebenarnya dari dulu saya ingin mengambil jurusan seni, tapi berhubung orang tua tidak mendukung dan lebih mendukung ke ranah teknik, maka saya memilih jurusan arsitektur.”

Selain sibuk dengan kegiatannya sebagai mahasiswi arsitektur semester empat Universitas Parahyangan, Dira juga gemar mengisi waktu luangnya dengan membaca komik, membuat kerajinan tangan, juga kriya keramik. Sekitar satu bulan belakangan ini, ia banyak menghabiskan waktunya belajar keramik di CH Pottery Studio. “(Belajar keramik) Seru banget! Tapi agak susah juga waktu awal belajar.”

A post shared by d. r. amelia🌊 (@diraamel) on

Dalam proses belajarnya yang seru tersebut, Dira bercita-cita agar suatu hari dapat menggabungkan teknik kriya keramiknya dengan karya ilustrasi. “Saya ingin mengeksplor hal-hal baru. Terlebih lagi, keduanya adalah bidang yang saya sukai.”

A post shared by d. r. amelia🌊 (@diraamel) on

Salah satu hobi unik Dira lainnya adalah berjalan kaki ke tempat-tempat tertentu, hingga melakukan backpacking. “Waktu itu saya backpacking ke Papandayan, nelusurin beberapa kota di Jawa, dan baru beberapa hari yang lalu backpacking ke pulau Belitung.” Dira juga sering mengunggah foto-foto panorama alam yang terlihat serasi dengan karya lukisnya di Instagram.

Dalam petualangannya di dunia seni, Dira memiliki beberapa pahlawan yang dianggap sebagai panutan. Mereka adalah ibunda Dira sendiri, kemudian Dewi Sartika, R.A. Kartini, F. Silaban, dan R.M. Soedarsono. Selain itu, Dira juga memiliki keinginan untuk berkolaborasi dengan seorang seniman asal Yogyakarta, yaitu Adha Widayansah.

Semoga dengan segala cita-cita dan potensi yang ia miliki, perjalanan Dira di dunia seni dapat terus mengalir layaknya cat air; indah, seru, dan tak terduga!


A.Astari

Seorang ilustrator yang mencoba untuk mengisi kekosongan di antara gagasan dan kata-kata dengan membuat ilustrasi, dimana ketiganya memiliki porsi yang sama-sama penting.

Artikel-artikel terkait