Tidak lama sekitar awal bulan September 2015, Gizpel rilis EP ‘Short Distance’ lewat Kolibri Rekords. EP ‘Short Distance’ merupakan perwujudan pertama Gizpel dalam merekam bentuk musik yang mereka rampung bersama. Dengan benang merah Indie Pop dipadu dengan elemen drumloop 8-bit, Gizpel beranggotakan tiga personil, Fadillah Ananto pada vokal dan bass, Dimas A. Wibisono pada gitar, serta Dika Raka Prayuga pada synthesizer dan drum machine. Akan tetapi, sewaktu mereka mengisi acara Soundsout, acara diselenggarakan oleh Maximum Soul di JK7 Kemang, Gizpel tidak beranggotakan tiga saja tetapi bertambah satu personil additional live performance bernama Fetriant Arif pada gitar. Dapat berbicara dengan Gizpel dan menyurat via email, simak wawancara GOOGS dengan mereka selanjutnya tentang album EP ‘Short Distance’ disini.

Bagaimana proses pemilihan ‘Gizpel’ sebagai nama band?

Fadil : Sebenarnya nama band awal kami adalah Leipzig. Ketika masih SMA dan duduk sebangku dengan Dimas, di SMA 9 Jakarta Timur. Nama band Leipzig itu ditemukan ketika sedang mengerjakan soal-soal try-out untuk ujian nasional. Berhubung Leipzig itu adalah nama kota di Jerman, maka kita ganti nama tersebut dengan membacakannya secara terbalik, yaitu ‘Gizpel’.

Mengapa EP Gizpel berjudul ‘Short Distance’?

Fadil : Kita ingin menyimpulkan proses penggarapan musik ini dengan judul EP tersebut. Walaupun serasa long distance, tetapi dengan EP ini, masing-masing personil semakin dekat.

Raka : Fadil  kuliah di Solo sedangkan saya sama Dimas di Jakarta. Dengan adanya EP ini semakin erat hubungan antar personil walau ada salah satu personilnya diluar kota.

Dimas : Ada yang dibicarakan dan dilakukan sewaktu kita berjumpa.

Bagaimana caranya untuk merangkum proses album EP ‘Short Distance’ dengan kondisi Fadil ada di Kota Solo?

Fadil : Proses rekaman dilakukan sewaktu liburan semester. Saat itulah kita manfaatkan untuk rekaman dengan berkumpul dan melakukan recording. Prosesnya pun cepat, dalam waktu seminggu 5 lagu telah terekam. Semuanya direkam dengan cara home recording menggunakan Protools.

Berarti ketika bermain musik live performance, apakah kalian perlu alat tambahan seperti laptop dan lain-lainnya?

Raka :Khusus suara drum saya menggunakan gameboy dimana outputnya terhubung ke mixer. Didalam gameboy itu tersendiri ada software khusus untuk buat musik. Sedangkan untuk yang lainnya menggunakan keyboard, gitar dan bass.

Kalian beranggotakan 3 orang. Tapi dalam live performance formatnya bertambah jadi 4 personil, boleh share gak nih gimana ceritanya?

Dimas : Kami bertambah satu orang yaitu Fetriant Arief terutama di live performance guna untuk eksplorasi musik terutama dipanggung.

Fadil : Kalo maen live kita ngerasa sepi saja dan ada yang kurang.

Dimas : Apa yang dikerjakan sewaktu EP ‘Short Distance’ itu adalah yang kemarin. Semoga dalam format berempat dengan Fetriant akan menghasilkan nuansa dan musik yang baru sewaktu di panggung.

Musik kalian cukup unik, dengan memadukan 8 bit drumloop dan musik pop. Bagaimana akhirnya memutuskan mengambil kedua elemen tersebut untuk Gizpel?

Raka : Saya basic-nya main chiptune. Sedangkan dahulunya Fadil Garage Rock dan Dimas Pop Punk. Berhubung kita mengalami pendewasaan, begitu juga referensi musik dan jadinya Gizpel terbentuk seperti sekarang ini.

Ternyata didalam album EP kalian featuring bersama Herald Reynaldo L’alphalpha/Glovvess dan Vinny Asrita. Bagaimana hal itu bisa terwujud?

Raka : Kalo Herald itu kenalan dari Daffa Kolibri Rekords, makanya dari itu bisa bantu ngisi vokal di lagu ‘Louisiana’. Dan kalau Vinny, kita memang butuh suara vokal wanita dan kebetulan ada Vinny, temen deket manajer kita yang karakter suaranya pas untuk lagu ‘Zittau’.

Ada konsep dalam proses membuat lirik dan lagu yang ada di album EP ‘Short Distance’ Gizpel?

Fetriant : Wah saya kebetulan personil baru..Saya baru gabung juga tetapi kira-kira kalau menurut saya, konsep lirik EP overall ‘Short Distance’ tentang kehidupan dan percintaan remaja. Benang merahnya ‘Pop’.

Untuk packaging,konsep dan ilustrasi EP sangat apik. Apakah kalian membuatnya sendiri? 


Raka : Artwork dibuat oleh Dito Muhammad, sedangkan untuk desain dibuat oleh Smita Kirana dari Bedchamber. Jadi semua grafis yang ada di packaging EP ‘Short Distance’ merupakan kerja sama antara Dito dan Smita.

Kami penasaran dengan foto di soundcloud Gizpel. Dimana personil Gizpel bertiga pose di sebuah tempat. Boleh cerita sedikit proses dan kenapa memilih foto tersebut?

Raka : Sebenarnya proses foto tersebut ilegal. Kami mengambil foto tersebut sewaktu subuh di tempat balapan sepeda daerah Jakarta timur.

Fadil : Waktu itu subuh dan tidak dibuka. Kami memanjat dinding tempat tersebut dan foto deh.

Bagaimana proses pembuatan videoklip ‘Loner Train’?

Fadil : Waktu itu Dito, kebetulan orang yang sama mengerjakan cover art ‘EP Short Distance’, pulang dari PIM sekitar jam 8-9an, tiba-tiba kepikiran merekam perjalanan Lebak Bulus ke Ciputat dari dalam taksi.

Apakah ada rencana lainnya kedepan untuk Band Gizpel?

Fadil : Kita akan perbanyak jadwal manggung sembari menjual EP ‘Short Distance’ kita.

Raka : Untuk album selanjutnya, pastinya kita akan menaikkan kualitas dari rekaman.

Fadil : Untuk perihal merchandise sewaktu preorder kami menyediakan limited edition t-shirt, nantinya kita akan bikin lagi mungkin dalam bentuk lain atau masih sama.

Soundcloud

Twitter

Tumblr

Kontak
 0815 85196784 

MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait