Arris Aprillo dari Studiomili kini hadir dengan karya-karyanya yang diambil berdasarkan pengalaman keseharian dan sekitarnya, lewat eksibisi Studiomili ‘DWELLINGS’. Impian dari setiap orang yang dia temui menjadi karya-karya ilustrasi yang kini menjadi penghuni atau Dwellers di lantai M, Artotel Jakarta. Karyanya kini bukan hanya berupa poster yang biasa kita jumpai sewaktu pameran Studiomili sebelumnya, 100 Poster Parade. Kali ini Studiomili berkerja sama dengan Orang Illustrated Goods dan Layer. Hingga kini media ilustrasi yang awalnya berupa poster, kini bertambah dalam bentuk kanvas dan cushion. Diberi kesempatan olehnya untuk interview, yuk mari kita simak perbincangan Googs dengan Arris Aprillo.

Kenapa memilih Dwellings sebagai nama eksibisi Studiomili kali ini?

Saya mengambil kata Dwellings karena karya dari Studiomili kali ini menggambarkan penghuni-penghuni di kota Jakarta. Dimana setiap karakter di pameran mewakili mimpi dan harapan yang sudah tercapai, belum tercapai atau terlupakan disekitar kita.

Sebenarnya banyak pengunjung yang menanyakan cerita-cerita dibalik karya saya sewaktu di pameran sebelumnya, Studiomili 100 Parade Poster. Maka dari itu saya membuat pameran Dwellings yang diisi beberapa karya saya yang kebetulan memiliki ruang lingkup yang sama.

Kota memang tidak bisa dibantah bahwa penuh dengan hal sistematis yang sangat repetitif yang akhirnya dengan mudah membuat kita lupa dengan impian dan cita-cita yang sebenarnya ingin dicapai. Konten kali ini saya ingin mencoba untuk mengingat kita tentang who we are.

Proses tercipta karya-karya di pameran Dwellings itu sendiri bagaimana ceritanya?

Proses karya saya sebenarnya terbentuk dengan berbicara dan berinteraksi kepada orang-orang dalam keseharian  dan sekitar saya. Saya menggunakan hal tersebut dengan merelasikan apapun disekeliling saya. Saya juga memiliki visual yang kuat bahkan sampai ke warna-pun. Maka saya manfaatkan hal tersebut untuk mempermudah proyeksi karya saya. Hingga kini saya dedikasikan karakter-karakter impian tersebut ke pameran Dwellings.

Kali ini apa yang beda dibandingkan pameran Studiomili sebelumnya?

STUDIOMILI nyawanya masih sama pastinya yaitu membiasakan seni lewat poster. Selain ada kenangan manis saya dulu yang mengumpulkan poster Pop Culture, saya ingin membawa kembali kejayaan poster saat itu. Tetapi kali ini saya tidak mau sekedar poster saja. Saatnya untuk frame yang lebih besar supaya bagi yang memiliki karya saya dari Dwellings bisa merasakan detail dan presence di ruangan mereka. Mau itu berupa kanvas ataupun cushion.

Studiomili kini kolaborasi dengan Orang Illustrated Goods, ARTOTEL dan Layer untuk pameran Dwellings. Bagaimana ceritanya akhirnya terwujud?

pameran--studiomili-dwellings-di-artotel (8)
Arris Aprillo(Studiomili), Albert Gunawan(Layer) dan Mahendra Nazar(Orang Illustrated Goods)

Saya berkerja sama dengan LAYER dan ORANG Illustrated Goods karena kita dekat dengan kehidupan kota. LAYER yang memang sangat handal di art print dan ORANG Illustrated Goods yang sangat menguasai implementasi ilustrasi ke cushion. Mereka membantu konten saya untuk diaplikasikan dalam segi seni dan Interior Design. ARTOTEL pun kehidupan yang sangat kota banget. Jadi sebenarnya hotel di Jakarta penuhnya bukan hari libur tapi hari kerja. Dimana hotel Jakarta penuh oleh penghuninya untuk kerja. Karena semuanya cocok dan menggambarkan kehidupan kota. Dwellings Exhibition pun bisa terwujud dengan mereka.

 

Menurut kamu bagaimana seni bagi orang pada umumnya? dan bagaimanapameran--studiomili-dwellings-di-artotel (5) menghubungkannya?

Sebenarnya seni itu tidak susah dan saya ingin membiasakan seni kepada orang pada umumnya. Seni itu semudah dengan menyukai terlebih dahulu dan apabila ingin tau lebih lanjut, justru itu merupakan permulaan yang bagus.

Menurut Saya. Saya dapat merangkul orang banyak tanpa harus membantai idealis saya. Seperti di hal musik bahwa apabila ada yang senang dengan musik saya, maka saya menyediakan lebih banyak format dari CD sampai mp3. Karena menurut saya apabila hal tersebut tidak dilakukan maka ruang lingkup seni menjadi semakin sempit.

Apakah ada karya kamu yang paling kamu tonjolkan dibanding yang lain?

pameran--studiomili-dwellings-di-artotel (10)Karya saya yang burung hantu berjudul ‘Dream Big’ merupakan karya yang saya utamakan. Karena dibalik karya tersebut ada maknanya, untuk supaya bisa hidup di kota untuk sekedar memenuhi kebutuhan sebenarnya tidak cukup. Justru dengan memiliki impian yang besar baru bisa merasakan hidup.

Sedangkan sosok hewan burung hantu menjadi perwakilan pameran ini karena kerja dalam kehidupan kota dalam keadaan normal pun akan tetap membuat kita kerja hingga beraktifitas larut malam.

 Apabila dilihat karya kamu ada bekas pensil dan tinta? kenapa
begitu?

Saya masih ingin menjaga sisi kemanusiaan karya saya, dengan meninggalkan tinta dan pensil di karya saya.

Kalau dilihat dengan seksama karya saya ada kesan salahnya, padahal sebenarnya saya sengaja. Jadi walaupun Digital tetapi ada sisi kemanusiaannya. Kalau warna ada yang asli ataupun digital karena perlu penyesuaian sewaktu printing dimana beberapa bagian warnanya harus dipisah.

Apakah ada pesan kesan untuk para pembaca?

Apabila kamu berhasil mengejar impianmu maka kamu bisa memberi inspirasi ke orang lain bahkan membukakan jalan mereka ke hal yang lebih baik. Jadi jangan lupakan impianmu.

Website


MTRPHN

Tergerak dengan hal-hal baru ataupun lama sembari mencoba untuk cari tau dan menyimpan hal-hal yang bisa saja terlupakan adalah apa yang memotifasi dirinya untuk menerjang tembok keterbatasan.

Artikel-artikel terkait